Panduanrakyat
Buton

La Bakry Dua Periode

PANDUANRAKYAT, BUTON-Akun facebook relawan La Bakry mulai menggaungkan nama La Bakry dua periode.

Postingan itu mendapat beragam komentar. Ada yang mendukung dan ada yang tidak. Hal itu lumrah. Dinamika politik.

Masa jabatan La Bakry sebagai Bupati Buton saat ini tersisa tiga bulan lagi. Kalau tidak ada halangan, berakhir Agustus ini.

Selama menjabat, La Bakry dikenal sosok yang baik, dermawan, suka menolong, bijaksana dan juga dikenal dekat dengan wartawan lokal.

Tidak heran banyak golongan mengidolakan gaya kepemimpinan La Bakry yang sederhana dan mudah berbaur disemua golongan.

Sebut saja, Mantan Kepala Kantor BPN Buton, Tageli Lase. Dimata Kepala BPN Bombana itu, La Bakry merupakan bupati bijaksana.

Ia mengaku selama menjabat di Buton sejak Juli 2020 silam dirinya sangat bersyukur bisa bertemu Bupati Buton, La Bakry.

Hal itu disampaikannya saat pisah sambut pucuk pimpinan Kepala Kantor BPN Buton di gedung Wakaka, Banabungi, Pasarwajo, Kabupaten Buton, Kamis (17/3/2022) lalu.

Profil La Bakry :

Beliau lahir di Buton tanggal 7 Mei 1966 dari pasangan Bapak La Roni dan Ibu Naiwui, Beliau menikahi ibu Delya Montolalu dan dikaruniai 3 anak. Beliau gemar membaca serta aktif mengikuti berbagai macam organisasi.

Pendidikan dasar dijalaninya di Ambon (Kelas 1 dan 2 SD) kemudian di SDN 2 Pasarwajo (mulai Kelas 3 dan lulus tahun 1977). Beliau menamatkan Pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMAN 3 Ambon dan melanjutkan studi di Akademi Pemerintah Dalam Negeri (APDN) di Ambon.

Karir pertama beliau yang diembannya dari APDN adalah sebagai Pelaksana Harian Mantri Polisi Pamong Praja dan Kepala Urusan Pemerintahan di Kecamatan Kairatu Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku.

Tahun 1991 beliau memperoleh kesempatan dari Pemda Provinsi Maluku untuk menyelesaikan Sarjananya di Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IIP) di Jakarta dengan Jurusan Perencanaan Pembangunan tahun 1994-1997.

Setelah menyelesaikan studi beliau ditempatkan di BAPPEDA Provinsi Maluku. Karena kinerja dan potensi yang dimilikinya beliau mendapatkan kesempatan kembali guna melanjutkani studi Strata-2 (S2) di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan Jurusan Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan.

Pada tahun 2000 beliau diminta oleh almamaternya untuk menyumbangkan tenaga dan pikirannya sebagai dosen di IIP.

Selain menjadi dosen beliau juga menduduki strategis di antaranya menjadi Kepala Bidang Penerapan Ilmu Pemerintahan, Kepala Pusat Kajian Pembangunan Kependudukan pada Lembaga Kajian Strategis (IPDN), Sekretaris Jendral Forum Komunikasi Alumni Institut Pemerintahan Seluruh Indonesia dan wakil Sekretaris Jendral Pengurus Pusat Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia.

Sejumlah penghargaan telah diraihnya di antaranya: mendapat Piagam Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya 10 Tahun dari Presiden Republik Indonesia. Megawati Soekarnoputri tahun 2001, Piagam Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya 20 tahun dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2006.

Selain itu juga beliau pernah menjadi dosen tamu pada sekolah Staf dan Komando TNI-Angkatan laut.

Beliau juga akif sebagai narasumber dalam kegiatan peningkatan kapasitas anggota DPRD Provinsi, Kabupaten, Kota seluruh Indonesia, serta menjadi Tim Independen Kaijan Pemekaran Daerah di antaranya Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Provinsi Perbatasan Papua Selatan, Kalimantan Utara dan Daerah daerah lain di Indonesia.

Pada masa Pemerintahan beliau, Kabupaten Buton pernah mendapatkan penghargaan 5 kali Wajar Tanpa Penggecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan juga berhasil mendapatkan penghargaan di ajang Indonesia Awards tahun 2019 dengan kategori penyelenggara Festival Internasional Penunjang Pariwisata di Kabupaten Buton.

Karir Politik: Wakil Bupati Buton Periode 2012-2017, Wakil Bupati Buton Periode Kedua 2017-2018, Bupati Buton 2018 2022, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional 2016-2019. Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Buton tahun 2019-sekarang. (*)