Panduanrakyat
Baubau

Kejar Target PAD Rp 2,2 Miliar, Plt Kadis DLH Baubau Harap Kesadaran Warga Bayar Iuran Sampah

Ketgam: Plt Kepala DLH Baubau, Amirudin / Foto: Ardilan

BAUBAU,PANDUANRAKYAT.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar evaluasi hasil penarikan retribusi iuran sampah periode Januari hingga Mei tahun 2026.

Plt Kepala DLH Baubau, Amirudin, menyebut, realisasi iuran sampah hingga akhir Mei 2026 baru mencapai sekitar Rp 540 juta atau kurang lebih dikisaran 24%-25% dari target Rp 2,2 miliar. Ia mengakui hasil itu masih rendah sehingga pihaknya berupaya disisa waktu ini untuk mengejar target dalam upaya memperoleh pendapatan asli daerah (PAD).

“Langkah yang kami ambil, senin kemarin kami melakukan rapat evaluasi dengan seluruh penagih (Tenaga penarik retribusi iuran sampah) kita sejumlah 50 orang membahas target perorang. Evaluasi ini masih berjalan, kita laksanakan sampai Jum’at,” ucap Amirudin, Selasa 09 Juni 2026.

Amirudin mengatakan tim penagih iuran sampah dikoordinir oleh lima pegawai DLH dengan masing-masing setiap seorang pegawai mengatur 10 penagih yang bertugas mengevaluasi dan menganalisa target masing-masing penagih untuk mengetahui kendala, penyebab target yang belum tercapai, untuk bisa menyimpulkan solusi atau langkah yang akan diambil oleh DLH Baubau.

Ia mengungkapkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak pelaku usaha untuk berupaya meningkatkan PAD dalam beberapa waktu ini diantaranya melakukan koordinasi dengan pihak RS Siloam. Berdasarkan hasil evaluasi DLH Baubau, sampah yang dihasilkan oleh RS Siloam dengan retribusi yang dibayarkan itu masih jauh dari kata seimbang.

“RS Siloam sepakat untuk meningkatkan nilai pembayaran retribusi sampah ke DLH Baubau sesuai regulasi yang berlaku. Akan tetapi, realisasinya baru bisa dilakukan oleh RS Siloam pada Agustus 2026 mendatang. Karena RS Siloam telah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk urusan kebersihan limbahnya. Sehingga pihak ketiga ini meminta waktu paling lama tiga bulan agar mereka bisa melakukan pembaharuan kontrak dengan pihak Siloam. Mereka janji bulan delapan,” ungkapnya.

Ia membeberkan kendala yang dialami petugas DLH Baubau terkait pemungutan iuran sampah diantaranya adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayar kewajiban iuran sampah. Dikatakan, masyarakat masih merasa berat untuk hal itu. Olehnya itu, dibutuhkan kerjasama berbagai pihak seperti pelibatan pemerintah kelurahan maupun kecamatan.

Menurutnya, kontribusi iuran sampah dari masyarakat sangat diperlukan mengingat besarnya anggaran yang diperlukan untuk biaya operasional DLH dalam menangani sampah yakni sekitar Rp 8-9 miliar per tahun. Sementara, hasil retribusi iuran sampah yang dihasilkan pada tahun 2025 hanya sebesar Rp 1,5 miliar saja.

“Sangat tidak seimbang. Harapan kita bisa mencapai setengah atau lebih dari operasional tahunan kita. Kalau sanksi, belum sejauh itu. Tapi langkah-langkah tegas kedepan, saya pikir perlu. Untuk awal, kita rencana melakukan pertemuan dengan pihak kecamatan dan kelurahan agar aparat di bawahnya mendukung kami misalnya melalui RT/RW,” katanya.

Amirudin mengungkapkan pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Baubau untuk melakukan pertemuan dengan pihak pengembang/developer.

Ia menyebut, dari perumahan di Baubau ini juga masih sangat sedikit membayar iuran sampah sehingga menjadi target DLH Baubau untuk memperluas jangkauan wajib retribusi bagi masyarakat yang bermukim di perumahan.

“Perumahan kita rutin walaupun tidak masuk ke dalam lokasi perumahan. Tapi sampah perumahan yang dibuang di tempat pembuangan sementara (TPS) itu tetap kami angkut seperti di perumahan Palem Beach, dan Ratu Permai bahkan di perumahan yang berada di wilayah perbatasan antara Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan,” katanya.

Meski begitu, Amirudin mengakui bila pihaknya masih memiliki keterbatasan armada pengangkut sampah.

“Kami imbau masyarakat agar patuh membayar retribusi sampah, bisa membantu DLH Kota Baubau, karena operasional kita cukup besar, walaupun tidak diangkat di depan rumahnya tetap diangkat oleh tenaga kebersihan pada pagi, siang, dan malam. Kami menyadari armada kami terbatas, seperti mobil pick up kecil sehingga bisa masuk ke dalam lorong, kendaran motor roda tiga juga terbatas sehingga belum melayani secara maksimal,” pintanya.

Sebagai informasi, iuran sampah di Kota Baubau beragam mulai dari iuran untuk rumah sederhana sebesar Rp 8.500, rumah sedang, Rp 15.000, dan rumah mewah sebesar Rp 25.000.

Reporter : Ardilan