Panduanrakyat
Politik

Dikaitkan Kasus Korupsi MBG, Demokrat Klarifikasi, AHY Tak Kenal Sony Sanjaya

PANDUANRAKYAT, JAKARTA- Partai Demokrat angkat bicara memberi klarifikasi soal daftar nama terkait kasus Badan Gizi Nasional (BGN) dan mencantumkan frasa dua orang Kolonel usulan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Kabar tersebut mencuat seiring dengan eks Wakil Kepala (BGN) Sony Sanjaya mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dalam kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sony disebut akan membeberkan puluhan nama-nama yang terlibat dalam kasus yang menjeratnya. Termasuk Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menanggapi hal itu, Demokrat menegaskan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak memiliki keterkaitan dengan Sony Sonjaya mengenai SPPG ataupun program BGN lainnya.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

la menegaskan AHY tidak mengenal Sony Sanjaya, tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Saudara Sony Sonjaya. Serta AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Dalam postingan tersebut tidak dijelaskan siapa yang dimaksud dengan frasa “AHY” maupun siapa “2 Orang Kolonel” yang dimaksud. Namun, apabila yang dimaksud adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, maka Partai Demokrat menegaskan bahwa pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta apapun,” Ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam pernyataan yang diterima Panduanrakyat.com, Rabu (10/6/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan frasa “2 orang Kolonel usulan AHY”, jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran.

“Partai Demokrat menghormati kebebasan pers dan mendukung kerja jurnalistik yang profesional. Namun, kami berharap setiap informasi yang menyebut nama individu maupun institusi disampaikan secara akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta yang terverifikasi,” Tandasnya (*)