Panduanrakyat
Buton

Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, Bawaslu Buton Sasar Ibu-ibu PKK dan Majelis Taklim Pasarwajo

PANDUANRAKYAT, BUTON-Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Buton melaksanakan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif dengan tema peran perempuan dalam pengawasan partisipatif pemilu dan pemilukada serentak tahun 2024 di rumah makan kencana, Pasarwajo, Buton, Selasa (13/9/2022).

Giat yang dihadiri 35 peserta dari ibu-ibu PKK dan Mejelis Taklim itu menyasar 5 desa dan kelurahan di Ibu Kota Kabupaten Buton, Pasarwajo. Diantaranya, Desa Wakoko, Saragi, Pasarwajo, Kambula-mbulana dan Bana Bungi.

Ketua sekaligus Koordinator Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Buton, Maman SH menjelaskan tujuan dari kegiatan ini untuk menyampaikan sosialisasi, himbauan atau keterlibatan aktif masyarakat dalam penyelenggaraan pemilu. Baik dari larangan atau pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu maupun kewajiban dalam masyarakat dalam pemilu.

“Tahapan sudah berjalan, hari ini tahapan pendaftran pendaftaran dan ferivikasi peserta pemilu sehingga penting kiranya kami bawaslu melakukan sosialisasi partisipatif kepada beberapa pihak kemarin kita sudah menyasar pemili pemula melalui siswa SMA,” jelas dia kepada sejumlah Wartawan di Rumah Makan Kencana, Selasa (13/9/2022).

“Hari ini sasaran sosialisasi partisipatif kami kelompok perempuan. Karena kami berpikir, perempuan ini kebetulan pesertanya ini ada dari PKK dan majelistalim, sehingga kami rasa sasarannya cukup jelas. Karena para kelompok itu punya kelompok yang banyak sehingga hal-hal yang berkaitan dengan pemilu ini bisa tersampaikan kepada kelompok PKK-nya mereka maupun kepada kelompok majelis taklimnya mereka, termasuk masyarakat lainnya,” sambungnya.

Ditempat yang sama, Irfan, S.Pd selaku Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Buton menjelaskan dalam sosialisasi pihaknya sengaja menyasar permpuan karena dinilai perempuan merupakan komponen terbesar didalam peserta pemilu.

Dimana menitik beratkan kepada perempuan yang potensi untuk dapat memberikan sedikit pemahaman kepada keluarga, karena memang pendidikan keluarga sangat penting didalam memberikan kapasitas pengetahuan kepada anak-anak keluarga, maupun kerabat didalam pelaksanaan penyelenggaraan pesta demokrasi yang akan diselengarakan pada tahun 2024.

“Sangat penting, karena banyak komponen-komponen memiliki posisi terpenting, tapi menurut kami, perempuan memegang posisi terpenting didalam keluarga. Dia dapat mempengaruhi mental keluarga, dia dapat mengarahkan pengetahuan yang baik terharap keluarga maupun dia dapat sebagai benteng didalam filterisasi masukan-masukan atau pengaruh-pengaruh yang kurang baik terharap pelaksanaan tahapan pemilu ini,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, Irfan bberpesanl dengan adanya sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif yang ditujukan kepada ibu-ibu dalam hal ini perempuan Indonesia, diharapkan apa yang telah sampaikan pada forum tersebut, bisa disampaikan kepada pihak lain utamanya keluarga agar pelaksanaan seluruh tahapan sampai dengan hari H berjalan dengan baik, tidak ada kendala-kendala utamanya yang berkaitan dengan pelanggaran disetiap tahapan atau pun pelanggaran yang terjadi pada saat pemungutan suara.

“Yang kami lakukan tadi, kami memberikan sedikit tambahan pengetahuan guna memberikan, guna menambah wawasan pihak perempuan didalam memberikan wejangan-wejangan, utamanya kepada keluarga,” tandasnya. (*)