Panduanrakyat
Baubau

Hari Ini, Polres Baubau Mulai Operasi Keselamatan Anoa Selama Dua Pekan

Kapolres Baubau, AKBP Erwin Pratomo Pimpin Upacara Apel Gelar Pasukan di Lapangan Upacara Polres Baubau, Selasa (1/3/2022) / Foto Istimewa Panduanrakyat.com

PANDUANRAKYAT, BAUBAU- Kepolisian Resor Baubau resmi menggelar Operasi Keselamatan Anoa dalam rangka cipta kondisi (Cipkon) keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) menjelang Idul Fitri 1443 H serta pencegahan penyebaran covid-19 pada Selasa 1 Maret 2022 hingga 14 hari kedepan.

Operasi yang dilaksanakan dua pekan itu ditandai dengan upacara apel gelar pasukan di Lapangan Upacara Polres Baubau, Selasa (1/3/2022).

Kapolres Baubau, AKBP Erwin Pratomo mempin upacara tersebut dan membacakan amanat Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara.

Dalam amanatnya, ia menjelaskan sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa permasalahan di bidang lalu lintas dewasa ini telah berkembang dengan sangat cepat dan dinamis.

Hal ini sebagai konsekuensi meningkatnya ruas jalan, jumlah kendaraan bermotor dan populasi jumlah penduduk, yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Berbagai permasalahan tersebut diantaranya adalah meningkatnya pelanggaran lalu lintas yang menyebabkan kecelakaan dan kemacetan, sehingga memerlukan upaya penanganan secara profesional dan komprehensif, agar tercipta kamseltibcarlantas sebagaimana yang diharapkan.

“Kita menyadari, bahwa dalam menghadapi permasalahan di bidang lalu lintas tersebut, dibutuhkan peran serta seluruh stake holder, agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, juga diperlukan koordinasi bersama antar instansi pemerintahan lainnya, yang bertanggung jawab dalam pembinaan kamseltibcarlantas, yang selama ini dirasakan masih perlu ditingkatkan,” ujar dia sebagaimana Siaran Pers yang diterima panduanrakyat.com melalui Kasi Humas Polres Baubau, Iptu Abdul Rahmad.

Lanjut, ia menjelskan apabila tingkat koordinasi tersebut tidak optimal, maka akan berdampak pada kurang maksimalnya ketersediaan sarana dan prasarana lalu lintas jalan, regulasi angkutan over dimensi dan over loading, serta rendahnya tingkat kesadaran dan disiplin masyarakat, dalam mematuhi aturan ataupun ketentuan perundang – undangan di bidang lalu lintas.

Mencermati berbagai permasalahan diatas, berdasarkan instruksi presiden nomor 4 tahun 2013 tentang program decade aksi keselamatan jalan, bahwa upaya untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas di jalan raya. Instruksi tersebut terdiri atas 5 ( lima ) pilar yang merumuskan tentang manajemen keselamatan jalan; jalan yang berkeselamatan; kendaraan yang berkeselamatan; perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan; serta penanganan pra dan pasca kecelakaan.

Guna mengimplementasikan ketentuan tersebut di atas, pengemban fungsi operasional polri telah menetapkan kalender operasi keselamatan, yang kali ini dilaksanakan menjelang hari raya Idul Fitri 1943 H, guna cipta kondisi kamseltibcar lantas menjelang Idul Fitri 1443 H tahun 2022 serta pencegahan penyebaran covid-19 di wilayah hukum Polda Sultra.

Lebih lanjut, ia menjelaskan operasi Keselamatan tahun 2022 ini, merupakan salah satu upaya polri dalam rangka meningkatkan keselamatan masyarakat, yang dilaksanakan dengan memanfaatkan momentum menjelang Idul Fitri, melalui pendekatan persuasive dan edukatif terutama dalam menekan penularan covid-19 di jalan.

Kegiatan tersebut, dilakukan dengan cara memberdayakan fungsi dikmas lantas secara optimal, penerangan masyarakat di media cetak maupun elektronik, serta pelayanan informasi lalu lintas melalui manajemen media lantas Polda Sultra, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pengguna jalan.

Adapun waktu pelaksanaan operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, sejak tanggal 1 Maret sampai dengan 14 Maret 2022, secara serentak diseluruh wilayah Indonesia, dalam rangka cipkon kamseltibcarlantas menjelang Idul Fitri 1443 H tahun 2022 serta pencegahan penyebaran covid-19 di wilayah hukum Polda Sultra.

Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, maka operasi ini dilaksanakan dengan persentase kegiatan preemtif 50 % serta preventif 50%, untuk penindakan hanya dilakukan secara selektif prioritas terhadap pengemudi yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, namun tidak dilaksanakan target dalam jumlah penilangan.

Tidak hanya itu, melalui ia berharap penyelenggaraan Operasi Keselamatan ini maka diharapkan akan tercapai beberapa tujuan sebagai berikut :

  1. Meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, dan menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi ini;
  2. Terciptanya situasi kamseltibcar lantas secara optimal, serta menurunnya angka kecelakaan lalu lintas
  3. Terciptanya kepercayaan masyarakat terhadap polri, dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas;
  4. Menurunnya angka pelanggaran yang akan diimbangi dengan jumlah kecelakaan lalu lintas;
  5. Menurunnya pertumbuhan penularan covid-19 terhadap masyarakat pengguna jalan.
  6. Sebagai cipta kondisi dalam rangka menjamin terwujudnya kamseltibcarlantas, menjelang hari raya Idul Fitri 1943 H.

Lebih jauh, ia berharap agar selama pelaksanaan operasi ini, faktor keamanan, keselamatan dan kesehatan personel diutamakan, khususnya pada saat melakukan penertiban pelanggaran lalu lintas. Oleh karena itu, pedomani standar operasional prosedur serta protocol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Perlu kita sadari bersama, bahwa tujuan utama operasi keselamatan 2022 yang akan kita laksanakan ini, adalah terwujudnya kamseltibcar lantas serta tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi masa pandemi covid-19 ini. Tanamkan kepada masyarakat bahwa pada masa pandemic covid ini yang harus kita lakukan adalah kepatuhan dan kedisiplinan,” jelasnya.

Peliput: Toni Armin Syah/Humas Polres Baubau