PANDUANRAKYAT, BUTON- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton, Rudin melakukan deteksi dini masalah sebelum program pemerintah diturunkan untuk normalisasi sungai La Karima yang terus mengikis sebagian bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 51 Buton di Dusun Wabou, Desa Lawele, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton.
Akibat kikisan sungai, satu bangun sekolah itu terancam ambruk akibat sungai mengalami abrasi.
Politisi partai Demokrat daerah pemilihan II itu melakukan peninjauan lapangan dan menjaring informasi masyarakat Wabou, Dusun Lawunta, Desa Lawele, Senin (1/6/2026).
Dilokasi Rudin menggali pontensi masalah menyusul munculnya kabar bahwa bila pemerintah menurunkan program normalisasi sungai, akan merusak kuburan warga setempat.
Rudin menjelaskan setelah dirinya didampingi Kepala Desa Lawele, Nasra Bahum bersama Kepala SMP Negeri 51 Buton bertemu pemilik lahan di sekitaran sungai tersebut, ternyata kuburan yang di maksud terletak jauh dari lokasi bila normalisasi sungai dilaksanakan.
“Masalah lahan di ragukan jangan sampai kena kuburan neneknya ternyata pas saya turun indentifikasi sama yang punya lahan selaku pemberi hibah, jauh dari lokasi itu,” Ujar dia kepada Panduanrakyat.com, Senin (1/6/2026).
Lanjut, Rudin menjelaskan nantinya diharapkan bila program pemerintah diturunkan, rencananya aliran sungai yang semula berkelok akan luruskan. Sehingga aliran sungai tidak mengikis lagi badan bangunan sekolah.
“Kan mau diluruskan ini (sungai),” Jelasnya.
Lanjut, Mantan Kepala Desa Togomangura ini menjelaskan tujuan dari deteksi dini ini tidak lain untuk mengantisipasi jangan sampai ketika program pemerintah turun untuk menyelesaikan sebuah masalah abrasi justru menimbulkan masalah baru.
“Kita antisipasi jangan sampai ada lagi permasalahan kedepan tadinya kita sudah selesaikan masalah satu, lahir masalah baru. Gara-gara keterburu-buruan,” Tandasnya (*)

