PANDUANRAKYAT, BUTON- Pemerintah Kabupaten Buton melalui dinas ketahanan pangan menyediakan sejumlah bantuan untuk menunjang kegiatan pemanfaatan pekarangan kelompok wanita tani (KWT) Bunda Sari, Desa Sumber Sari, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Buton, La Bakry kepada kelompok wanita tani (KWT) Bunda Sari di kantor desa setempat, Sabtu (11/6/2022)
Saat memberikan bupati berharap agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, digunkan untuk meningkatkan kwalitas pangan dengan cara membeli pupuk ataupun benih yang belum ada di pekarangan.
Lanjut, bupati menjelaskan ketersediaan pekarangan para petani di Kabupaten Buton cukup berbeda dengan kota-kota besar. Sehingga hal ini perlu disyukuri karena masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan untuk ditanami tanaman dalam meningkatkan gizi penduduk sekitar.

“Saya berharap kepada masyarakat untuk menanam tanaman kelor sehingga tanaman ini bisa dinikmati oleh warga,” kata Bupati
Lebih lanjut, menurut La Bakary di masa mendatang sejumlah tanaman pangan akan bernilai ekonomis, sebut saja kelor, tanaman yang d konsumsi sebagai sayur ini kedepan diyakini bisa dijadikan bahan baku industri untuk di olah menjadi keripik, teh maupun kapsul. Di Buton , tanaman ini, tidak sulit untuk didapat.
Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Bupati berharap agar ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani untuk mengambil bagian memanfaatkan bantuan ini. Sebab kedepan para organinisasi ini diyaniki bisa menyokong tanaman hasil pangan ke daerah sekitar seperti Wakatobi.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton, La Lodi menjelaskan program pemanfaatan lahan pekarangan ini mulai sejak 2021 ini sudah mendapatkan dana dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD). Bantuan dana itu dipatkan setelah kegiatan menjadi program di tahun 2019-2021 melalui dana dekonsentrasi
“Mengapa kita suplai ulang di Sumber Sari ini karena kategori dia berhasil di mana keberhasilannya dapat di nilai dari setiap pekarangan warga di tanami apa lagi mereka memiliki pekarangan yang sangat luas itu merupakan potensi yang ada,” ujarnya pada wartawan Panduanrakyat.com di Desa Sumber Sari.
Lebih lanjut, ia menyampaikan kegiatan ini terlaksana tidak terlepas dari dukungan kepala desa yang baru saja dilantik. Buktinya, dukungan pemdes untuk ketahanan pangan ini adalah dengan penanaman jeruk.
Sehingga La Lodi berharap kegiatan penguatan ketahanan pangan ini tidak putus sampai disini. Untuk menjaga keberlangsungan program dinas ketahanan pangan akan terus membantu sesuai kebutuhan yang kelompok butuhka. Meski begitu, bantuan akan dilakukan sesuai kemampuan anggaran, baik dari dinas maupun dari desa.
“Contohnya sebelumnya pekarangan di depan kantor ini penuh dengan semak belukar tetapi sekarang sudah ada tanaman yang bermanfaat karena kedepannya Sumber Sari ini akan di jadikan desa agrowisata sejak kita masuk wilayah Sumber Sari sudah kita melihat pekarangan yang di penuhi oleh tanaman sayuran, buah-buahan dan holtikultura dan tidak ada rumput liar lagi,” ungkapnya sambil menunjuk di halaman kantor Desa Sumber Sari
Meski begitu, la Lodi menyadari semua program perencanaan ini akan terrealisai bila terjdai kerja sama yang baik antara dinas ketahanan pangan dan pemerintah desa.

“Apa lagi di sini sangat sangat mendukung dengan sumberdaya alam yang melimpah mulai dari air, dan tanah yang subur serta yang terpenting di sumber sari ini adalah rumah dan lahan dekat jadi untuk mengontrolnya tidak begitu jauh,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sumber Sari, Buniamin merasa sangat bersyukur dengan adanya bantuan tersebut. Hal itu dikarenakan menurutnya bisa membantu meringankan dan bisa mempercepat pekerjaan bagi para petani utamanya bagi para anggota kelompok
“Dengan adanya bantuan ini sangat membantu masyrakat saya utamanya pada anggota kelompok wanita tani dalam pengolahan lahan pekarangan tidak lagi menggunakan cangkul,” ucapnya
Tidak hanya itu, Ia juga menambahkan untuk hasil tanaman pekarangan ini nanti akan di kelola oleh kelompok itu sendiri agar bisa berkelanjutan kedepannya karena mereka lah yang memiliki kelembagaan.
Peliput: Toni Armin Syah.

