Panduanrakyat
Buton

Warga Antusias Kunjungi Pameran UMKM di Baubau, Alexsander Simon: Terima Kasih Kadin Provinsi

Keterangan: Suasana Festival UMKM di Kotamara, Kota Baubau/Foto: Istimewa Panduanrakyat.com

PANDUANRAKYAT, BAUBAU-Sejumlah masyarakat terlihat antusias memadati festival Usaha Mikro Kecil Menengah di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Pameran ini menampilkan sejumlah stan yang menjual berbagai kerajinan tangan tradisional dan produk niaga lainnya.

Sejumlah pengunjung memenuhi 30 stan di pusat kegiatan itu tepatnya di garden area, belakang lapangan basket – Alun-alun Kota Mara, Kota Baubau, Sultra.

Acara ini dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Provinsi Sulawesi Tenggara ke-58 di Kota Baubau yang digelar sajak Senin- Sabtu (23-28/5/2022)

Selain itu, acara ini digelar untuk mempromosikan kerajinan tangan dan kuliner unggulan di kota itu dan mempertemukan antara pelaku UMKM dan konsumen.

“Saya senang datang ke sini ini, melihat suasananya asri dan alami, nyaman,” kata Siska seorang pengunjung asal Buton, Jumat (27/5/2022) malam.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Baubau, Alexsander Simon/ Foto: Panduanrakyat.com

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Baubau, Alexsander Simon menjelaskan aktivitas usaha ini lebih mengarah ke kegiatan sosial. Ini merupakan program Kadin Kota Baubau yang bekerja sama dengan Kadin Sultra dan juga melibatkan Forum Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Dan memang kita juga tidak bisa bergerak tanpa Kadin Sultra jadi program ini memang lebih ke arah sosial,” ujar dia kepada sejumlah wartawan di pusat pameran UMKM.

Lanjut, ia menjelaskan pembukaan pameran ini sebagai bentuk kehadiran Kadin memberikan panggung kepada para pelaku UMKM di Baubau untuk memamerkan hasil produk usaha di HUT Sultra.

“Karena banyaknya masukan-masukan dari teman-teman UMKM sempat disampaikan mereka tidak dapat panggung di HUT Sultra. kegiatan ini sampai bisa terbentuk karena adanya kemauan dari teman-teman Kadin Kota Baubau dan Kadin Provinsi Sulawesi Tenggara itu tergerak sehingga terbentuk satu wadah di mana teman-teman UMKM ini bisa begitu terperdaya, teman-teman yang tidak bisa menunjukan kemampuan mereka disana (pameran HUT Sultra) kreatifitas disana itu bisa bernaung disini itu teman-teman ini lah yang kita wadahi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan semua aktivitas pelaku usaha di stan pameran kerajinan tangan kuliner ini tidak dipungut biaya. Semua gratis.

”Disinilah tempat kami untuk menunjukan teman-teman untuk berkreasi apapun, silahkan masuk,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ia berharap sekiranya kegiatan semacam ini terus berkesinambungan. Tidak terhenti di HUT Sulta saja. Untuk mewujudkan itu, Alexsander mengaku dirinya sudah berbincang-bincang bersama Wali Kota Baubau, Monianse.

“Kemarin juga saya sempat berbincang-bincang sama Pak Wali Kota Baubau, itu memang tanggapan beliau itu sangat positif dengan kegiatan ini, bahkan beliau sempat berbicara bahwa siap untuk menjadikan agenda ini bila perlu tiap bulan atau tiap apa ini tempat ini bagus. Bagus sekali.Dan ini kita sangat bersyukur sih. Kalau sampai benar-benar pak wali untuk mewadahi Kami Kadin Kota Baubau dan teman-taman UMKM,” tandasnya.

“Tidak mungkin akan berhenti disini. Tetap akan berlanjur, kita juga banyak melirik untuk kegiatan lain dan mungkin untuk kita kerja sama dengan ketua UMKM juga disini. Bagaimana untuk semakin banyak menimbulkan tempat-tempat kaya begini dalam arti bukan cuma disini, mungkin ditempat lain. Di Kotamara, di Wantiro atau dimana pun  itu kita akan membuat kegiatan-kegitan semacam ini,” sambungnya.

Lanjut, ia menjelaskan dalam pameran kerajinan dan Kuliner ini, rata-rata setiap pelaku UMKM di stan ini bisa meraup omset kisaran Rp 500- Rp 1 juta setiap malam.

“Karena kemarin juga sempat kita ini, sempat ada data juga yang masuk semua secara keseluruhan itu bisa sampai Rp30-Rp 50 juta bahwa ini bagus sekali. Berarti ini memang suatu program yang bagus. Mungkin pemerintah harus melirik program ini. Karena yang namanya perekoniman tidak mungkin lepas dari peran UMKM itu sendiri,”ujarnya.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan itu Alexsander tidak lupa mengucapkan terima kasihnya kepada semua pihak. Terkhusus Kadin Sultra yang memberikan dukungan hingga pameran ini dapat terselenggaranya.

Ketua Forum Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Baubau, LM Hasrul Adan/Foto: Panduanrakyat.com

Terpisah, Ketua Forum Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Baubau, LM Hasrul Adan menjelaskan sebanyak 60 pelaku UMKM di Baubau ikut dalam festival ini.

Selain diminati pelaku usaha, kata dia festival ini tiap malamnya selalu di padati pengunjung.

“Cukup antusias juga, mereka yang pengen juga merasakan kuliner, mereka berdatangan ditambah lagi ada hiburan dari musik, live musik ataupun konser itu menjadi daya tarik juga buat anak-anak muda yang mau menyaksikan musik secara langsung,” jelas dia kepada sejumlah wartawan di lokasi festival UMKM, Jumat (27/5/2022) malam.

Lebih lanjut, ia menjelaskan dalam acara ini yang banyak diminati yakni kuliner. “Kalau untuk kerajinan kita menempatkan ke stan pemkot di pameran HUT Sultra. Ada yang di stan Pemkot kemudian di stan PTSP Provinsi dan KoperasiUMKM Provinsi serta stan Bank Indonesia” jelasnya.

Lanjut, ia berharap dengan kegiatan ini dapat mendongrak kembali semangat para pelaku UMKM di Kota Baubau pasca dilanda pandemi yang mulai melandai.

“Tujuan yang ingin di capai, tentu ajang promosi buat teman-teman UMKM sehingga produk-produk mereka itu bisa di kenal lagi oleh masyarakat. Selain mengenalkan, mempromosikan, tentu itu menjadi penghasilan tambahan juga buat teman-teman UMKM yang mana setelah adanya Corona. Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini membangkitkan lagi semangat para pelaku UMKM untuk berproduksi dan berinovasi,” tandasnya. (*)