BAUBAU, PANDUANRAKYAT.COM – Wali Kota Baubau dan Wakil Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Yusran Fahim dan Wa Ode Hamsinah Bolu menyebut, pihaknya telah menyiapkan program 100 hari kerja yang akan menyentuh kesejahteraan masyarakat dan pembangunan maupun pembenahan infrastruktur di daerah itu.
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim mengungkapkan untuk mewujudkan program 100 kerja yang sudah ia gagas bersama Wakilnya, terlebih dahulu dirinya perlu mengetahui lebih detail terkait kondisi Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau dari berbagai hal saat ini pasca ditinggal Penjabat (Pj) Wali Kota sebelumnya.
“Seratus hari kerja itu sudah ada program, janji-janji kami yang dulu akan kami realisasikan. Tapi saya lihat dulu postur anggaran, apakah itu bisa. Jangan saya menjanjikan seratus hari kami akan buat ini, uangnya tidak ada. Yang jelas seratus hari itu akan menyentuh kesejahteraan masyarakat dan infrastruktur,” ungkap Yusran, Selasa malam 04 Maret 2025 di rumah jabatannya.
Ditempat sama, Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu menambahkan pihaknya tetap mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang sudah ada. Akan tetapi, pihaknya tetap fokus dalam mewujudkan 16 poin program kerja untuk 100 hari ke depan.
16 poin program 100 kerja disebut sebagai program quick win dimaksud antara lain yaitu penataan fisik dan infrastruktur sebagai wajah Kota melalui pengelolaan sampah dan penghijauan, perbaikan jalan dan trotoar, penataan PKL di ruang-ruang publik dan peningkatan drainase pembersihan saluran air untuk mencegah banjir.
Selain itu, penguatan tata kelola dan regulasi kawasan melalui penerapan aturan zonasi antara lain penertiban bangunan liar dan reklame ilegal, kampanye kebersihan secara massif, penghijauan serta edukasi dan pelibatan pelibatan masyarakat, komunitas dan pelaku usaha untuk menjaga kebersihan Kota Baubau. Serta peningkatan keamanan, ketertiban, stabilitas ekonomi terutama pengendalian inflasi pada bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M.
“Itu hasil kajian dalam waktu singkat dengan kondisi di daerah. Seperti yang disampaikan pak Wali Kota, ketika kami memikirkan 16 poin itu tentu dengan pertimbangan paling ideal,” ujarnya.
Hamsinah mengatakan pihaknya juga akan melihat potensi sumber daya manusia (SDM), keuangan dan lainnya untuk menentukan hal paling prioritas. Terkait efisiensi anggaran, pihaknya juga akan menyesuaikan dengan prioritas yang ada dalam rencana mewujudkan kesejahteraan.
Reporter : Ardilan

