Panduanrakyat
Buton

Tembal Sulam, Jembatan Waoleona Buton Kembali Rusak, Camat Lasalimu Desak Pemprov Adakan Perbaikan Permanen

Ketrampilan: Kondisi Jembatan Waoleona, Selasa (5/5/2026) / Foto: Istimewa

PANDUANRAKYAT, BUTON- Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, saat ini tengah menghadapi polemik serius terkait kondisi infrastruktur jembatan penghubung di Desa Waoleona yang kini kembali memprihatinkan.

Masalah ini bukan sekadar isu teknis pembangunan, melainkan telah menjadi permasalahan utama yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Kerusakan titik vital ini menghambat konektivitas wilayah dan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan serta kelancaran aktivitas warga.


Ketgam: Kondisi Jembatan Waoleona tahun 2025 sebelum perbaikan /Foto: Istimewa

Dampak paling signifikan dari rusaknya infrastruktur ini terasa pada sektor ekonomi kreatif dan produktif warga. Para pedang, petani, pekebun, nelayan dan mengalami kesulitan besar dalam mengangkut dan mendistribusikan hasil bumi mereka.


Kerusakan yang terus berulang di Jembatan Waoleona, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara kini mendapatkan kecaman oleh pemerintah setempat, warga serta para pengguna jalan.

Perbaikan infrastruktur jembatan yang terletak pada ruas jalan provinsi dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara ini hanya dilakukan tambal sulam. Mengganti kayu lapuk.

Ini terkesan pemerintah provinsi tidak serius akan perbaikan jembatan itu, dan terkesan mengabaikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Camat Lasalimu, Dr. La Ode Zahaba, S.Hi., M.Si menjelaskan jembatan Waoleona merupakan jembatan yang sangat vital secara ekonomi, sosial bagi masyarakat Buton Utara, Buton dan Kota Baubau dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam jalur penyaluran hasil pertanian, perikanan dan bahan-bahan bangunan.

Kata dia sejak 2023 sampai 2025, tercatat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra telah dua kali merenovasi jembatan tersebut dengan bahan balok dan papan.

Namun sekarang jembatan itu kembali rusak, camat dan masyarakat mendesak serta berharap agar pemerintah sultra dalam hal ini Gubernur Andi Sumangerukka memperbaiki jembatan penghubung tersebut secara permanen.

“Di khwatirkan kalau tidak secepatnya diperbaiki akan menimbulkan korban kepada masyarakat dan kendaraan yang melewati jembatan tersebut,” Ujar  Zahaba pada Panduanrakyat.com, Selasa (5/5/2026).