BAUBAU, PANDUANRAKYAT.COM – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Aswad dinilai irit bicara soal tindak lanjut kesepakatan lima daerah memberikan subsidi tiket pesawat Airbus A320-200 di Bandara Betoambari, Baubau
Aswad enggan banyak berkomentar. Menurutnya, hal itu dapat menimbulkan tuntutan masyarakat.
“Nanti kita ditagih masyarakat,” ujar Aswad dikonfirmasi di Kantor Wali Kota Baubau, Jumat 17 Januari 2025.
Sebelumnya, lima daerah yang meliputi Kota Baubau, Kabupaten Buton, Wakatobi, Buton Selatan, dan Buton Tengah sepakat memberikan subsidi untuk memastikan kehadiran pesawat Airbus A320-200 di Bandara Betoambari. Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat koordinasi yang digelar pada Jumat (10/1/2025) di aula Kantor Wali Kota Baubau.
Rapat ini diinisiasi oleh Pj Wali Kota Baubau dan dihadiri oleh Sekda Kabupaten Buton Selatan, La Ode Budiman, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buton, Ramlia Adia, Asisten I Setda Kabupaten Wakatobi, Bakri, serta Kepala Bappeda Kabupaten Buton Tengah, Samrin.
La Ode Aswad menyambut baik komitmen tersebut dan berharap kolaborasi antar daerah dapat mempercepat terwujudnya penerbangan Baubau-Makassar dengan pesawat Airbus A320-200.
“Kerja-kerja ini tidak bisa lagi dilakukan secara terpisah. Kita butuh kolaborasi, apalagi Wakatobi sebagai KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) tentu daerah tetangga juga harus merasakan manfaatnya. Inilah momentum untuk memastikan Bandara Baubau bisa menjadi hub penerbangan yang strategis,” ungkap Aswad.
Ia juga menambahkan bahwa komitmen ini akan diteruskan hingga ke tingkat Provinsi, dengan langkah selanjutnya adalah finalisasi negosiasi dengan maskapai Super Air Jet. Setelah itu, proses akan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), yang diharapkan dapat segera terealisasi.
Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas udara di wilayah Kepulauan Buton (Kepton), yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan sektor transportasi udara.
Reporter : Ardilan

