PANDUANRAKYAT, SULTRA-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan jadwal terjadinya fenomena kulminasi atau hari tanpa bayangan di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di wilayah kabupaten kota se Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) .
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Geofisika Kendari, Rudin, S.T menjelaskan di wilayah Provinsi Sultra, fenomena kulminasi atau hari tanpa bayangan ini terjadi antara 02 Oktober 2023 di Wanggudu, Konawe Utara sampai dengan 08 Oktober 2023 di Batauga, Buton Selatan.
Lanjut, Ia menjelaskan kulminasi atau transit atau istiwa’ adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.
Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama.
Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat “menghilang” sekitar 30 detik sesudah dan sebelum waktu puncak di masing-masing wilayah, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.
“Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan,” ujar dia dalam pernyataan resmi, Jumat (29/9/2023).
Kulminasi Utama II di Indonesia terjadi antara 8 September 2023 di Sabang, Aceh sampai dengan 21 Oktober 2023 di Baa, Nusa Tenggara Timur.
Sedangkan Kulminasi Utama II di wilayah Sulawesi Tenggara terjadi antara 02 Oktober 2023 di Wanggudu sampai dengan 08 Oktober 2023 di Batauga, Buton Selatan. (Gus)

