Panduanrakyat
Baubau

Pulau Buton dan Muna Segera Terhubung, Menteri PU Tinjau Lokasi Pembangunan Jembatan di Baubau

PANDUANRAKYAT, BAUBAU- Pemerintah akan segera membangun jembatan yang menghubungkan Pulau Buton dan Pulau Muna di Provinsi Sulawesi Tenggara untuk memperkuat konektivitas wilayah tersebut.

Langkah nyata, Menteri PUPR RI Ir. Dody Hanggodo, M.PE bersama rombongan anggota komisi V DPR RI Ridwan Bae, Sekjend Kementerian PUPR Wida Nurfaida, Ahmad Taufik, Dewi Rahma Tyanthi AZ, Rizky Akbar Dabutar dan Arief Budi Mulyanto melakukan kunjungan kerja mengecek untuk memastikan kesiapan pembangunan jembatan penghubung pulau Muna dan Buton.

Rombongan berkunjung menggunakan Pesawat Private Jet Kemenhub RI dan mendarat di bandara Betoambari Kota Baubau pada Sabtu (12/07/2025) Pukul 19.58 Wita,

Di Bandara, Menteri di sambut Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M, Sekda Provinsi Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., P.hd, Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, S.E dan Wakil Wali Kota Baubau Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu. M.Sc, Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, S.H..Bupati Buton tengah, Dr. Azhari, S.STP, M.Si . Bupati Buton Selatan, H. Adios , S.E, Wakil Bupati Buton Selatan, Dandim 1413/Buton, Letkol Inf Arif Nofianto, S.E, Kapolres Baubau, AKBP Mayestika Hidayat SIK, MH, Kepala bandar udara Betoambari, Anas Labakara, S.T serta sejumlah Pejabat Prov & Anggota DPRD Prov Sultra serta Pejabat Kabupaten/Kota wilayah Kepuluan Buton.

Menteri meninjau lokasi pembangunan jembatan penghubung Buton-Muna di Kelurahan Palabusa, Kecamatan Lea-Lea, Kota Baubau, Minggu (13/7/2025).

Jembatan ini digadang-gadang akan menelan anggaran kurang lebih Rp 6 triliun. Tahap perencanaan awal pembangunan jembatan penghubung Muna-Buton dimulai sejak tahun 2010, yang diawali dengan penyusunan Feasibility Study (FS).

Kemudian, tahun 2012 dilakukan proses Detail Engineering Design (DED). Dilanjutkan dengan penerbitan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) pada tahun 2014.

Sempat vakum beberapa tahun. Kemudian, tahun 2018 dilanjutkan dengan pembaruan Feasibility Study (FS). Dua tahun berikutnya, tepatnya 2020 dilanjutkan penyusunan dokumen LARAP dan review DED, hingga uji Wind Tunnel yang selesai pada tahun 2024.

Kemudian, tahun 2025 dilaksanakan Independence Proof Check (IPC) terhadap desain dan hasil Wind Tunnel. Dari perencanaan yang ada, panjang bentang utama jembatan mencapai 765 meter, dan total panjang keseluruhan mencapai 2.969 meter (rencana dibuat dua jalur).

Diproyeksi pelaksanaan pembangunan proyek jembatan akan rampung dalam kurun waktu empat tahun, melalui skema pembangunan multi-years. (*)