BAUBAU,PANDUANRAKYAT.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah komando Wali Kota, Yusran Fahim dan Wa Ode Hamsinah Bolu mencatatkan rekor sebagai daerah dengan angka inflasi terendah di Sultra yakni 2,07% pada periode Desember 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) Kota Baubau.
“Pemantauan setiap saat terhadap barang-barang yang beredar di pasaran, seandainya berkurang, solusinya seperti beras hari ini, mengalami kenaikan tapi sedikit. Tapi itu berpengaruh terhadap inflasi kita di Baubau. Langkah konkrit yang kita lakukan itu selalu berkoordinasi dengan semua daerah penghasil (Beras) selain produk lokal beras Ngkaring-karing yang belum mencukupi kebutuhan masyarakat Baubau terhadap beras,” ungkap Kepala Disperdagrin Baubau, La Ode Ali Hasan Rabu, 07 Januari 2026.
Ali Hasan mengungkapkan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, ayam, telur, gula, dan kebutuhan pokok lainnya, stok saat ini tersedia hingga selesai natal 2025 dan tahun baru 2026.
“Tinggal kita lihat hari ini, masuk januari sampai februari (2026) yang akan datang karena ini kan memasuk bulan puasa. Memastikan setiap saat saat stok tersedia dan harga terjangkau oleh masyarakat, distribusi barang baik di dalam maupun dari luar daerah Baubau,” ujarnya.
Diakui Ali Hasan, sejumlah komoditas mengalami fluktuasi harga. Sejauh ini, harga ikan yang mengalami kenaikan dikarenakan faktor alam berupa cuaca yang kurang mendukung.
Sementara itu, untuk komoditas cabe belum mengalami kenaikan harga yang siginifikan. Ia menyebut, harga saat ini Rp 45 ribu per liter untuk cabe merah besar, Rp 48 ribu per liter cabai kristal.
“Kita berharap harga-harga jangan naik terus. Karena kita tetap memantau, kita pastikan koordinasi terus dengan para distributor,” pintanya.
Ia menambahkan bila terjadi kenaikan harga di atas harga eceran termurah (HET) pihaknya akan mengantisipasi dengan menggelar pasar murah.
Reporter : Ardilan

