PANDUANRAKYAT, BUTON- Penjabat Bupati, Drs. Basiran, M.Si menghadiri acara Musyawarah Daerah (Musda) Kamar Dagang Industri (KADIN) ke- IV Kabupaten Buton di Hotel Zenit, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (06/02/2023).
Dalam sambutannya Pj Bupati Buton Drs. Basiran, M.Si, meminta agar seluruh kepala dinas di lingkup Pemkab Buton untuk berkerja sama dengan Kadin Buton di semua sektor.

Hal itu guna meningkatkan pendapat masyarakat. Yang mana Buton dahulu memiliki banyak APBD, namun setelah memekarkan sejumlah Kabupaten APBD Kabupaten Buton makin berkurang.
“Bukan hanya di satu sektor saja yaitu pertambangan tetapi di semua sektor agar meningkatkan pendapatan masyarakat, mengingat Buton merupakan salah satu empat pilar yang melahirkan Provinsi Sulawesi Tenggara pada saat itu, apa lagi Buton sudah memekarkan beberapa daerah akan tetapi semakin kecil wilayah APBD-nya hanya sekitar 17 miliar saja,” jelasnya.
Lanjut, Basiran bercerita, dahulu Kabupaten Buton pernah berjaya dengan aspalnya di 30 tahun silam. Olehnya itu, ia meminta KADIN Buton dapat mengembalikan kejayaan aspal Buton.
“Apa lagi pada tiga puluh tahun silam aspal Buton pernah berjaya yaitu di masa Perusahasan Aspal Negara (PAN) jadi saya meminta kepada teman-teman KADIN agar bisa memanfaatkan potensi yang ada untuk meningkatkan devisa negara” tuturnya di Hotel Zenit saat menghadiri Musda IV Kadin Buton.

Lebih lanjut, ia menjelaskan selain berharap kepada KADIN, dirinya mengaku sudah sudah konsultasi dengan direktur jendral minerba untuk meneliti kembali aspal Buton. Sebab, selain memiliki potensi tak tembus peluru, aspal Buton juga diyakini bisa menghasilkan minyak dan turunan lainnya.
“Untuk itu saya sudah konsultasi dengan direktur jendral minerba untuk meneliti kembali potensi aspal yang ada di Buton apa lagi aspal Buton memiliki kelebihan dari aspal yang lain karena ada investor Jepang tertarik dengan aspal Buton karena memilki ke unikan lain yaitu tidak bisa di tembus peluru” imbuhnya
Tidak hanya itu, Basiran juga menitip harapan, ketua KADIN Buton, L.M, Sumarlin, B.SE bisa membawa Buton lebih baik.
Basiran yakin itu karena Ketua Kadin Buton merupakan mantan distributor minyak di Pertamina. Pengalaman itu lah yang membuat Basiran yakin Sumarlin bisa membuat membawa Buton lebih baik.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Mustakim Razilu menjelaskan proses awal pelaksanaan Musda KADIN Buton sejak Senin 16 Januari 2023, Ketua Krateker Kadin Buton, Alvian Taufan melalukan pengesahan kepanitian.
Baru lah Minggu 22 Januari 2023 panitia membuka pendaftaran dan sampai pada batas waktu yang di tentukan hanya satu orang yang melakukan pendaftaran.
“Sejak dibuka sampai dengan penutupan hanya satu orang pendaftaran maka akan di lakukan secara aklamasi saja” ucapnya di aula hotel Zenit, Baubau, Sultra (6/02/2023)
Ditempat yang sama, Ketua Krateker KADIN Buton, Alvian Taufan menjelaskan dirinya mengemban amanah sesuai pesan ketua KADIN Sultra untuk mempercepat pemilihan ketua KADIN setiap kabupaten/kota.

“Karena berselang beberapa waktu saya terpilih menjadi ketua KONI Provinsi maka saya tidak bisa melaksanakan tugas saya sebagai ketua krateker KADIN Buton untuk segera memilih ketua agar beban saya terlepas,” jelasnya.
“Apa lagi yang mendaftar itu tidak asing lagi bagi pengurus KADIN Provinsi karena dia juga pasti bisa bersinegri dengan KADIN Sultra mau pun pemerintah daerah Kabupaten Buton” sambungnya.
Sementara itu, Ketua KADIN Sultra, Anton Timbang diwakili oleh Jaffrai Batikaka mengutarakan permohonan maaf ketua umum KADIN Sultra kerena tidak bisa hadir dalam musyawarah kali ini.
Namun, Ketua KADIN Sultra berterima kasih kepada Pj Bupati Buton yang sudah menyiapkan kantor bagi KADIN Buton.

“Karena kita tidak bisa pungkiri di Buton banyak potensi yang bisa di kelola oleh KADIN Buton nantinya mulai dari sektor pertambangan, pertanian, perikanan, dan sumber lainnya yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk menyemangati KADIN Buton, ia mencontohkan seorang pengusaha UMKM yang bisa mengespor sapu lidi hingga meraup keuntungan ratusan juta rupiah perkontainernya.
“Ada teman saya yang mengespor hanya sapu lidi saja bisa untung bersihnya sekitar ratusan juta rupiah tiap kontainer, bayangkan kita di Buton bahannya sangat melimpah,” tandasnya.
Peliput: Toni Armin Syah

