PANDUANRAKYAT, BUTON-Kuda-kuda membangun kekuatan politik di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Buton 2024 telah disiapkan. Diawal tahun, sederet peristiwa politik mulai terasa. Meskipun gelaran pilkada masih setahun lebih lagi.
Dinamika politik diawal tahun 2023 terbilang cukup panas. Diawali dengan 20 anggota DPRD Buton layangkan mosi tidak percaya terharhadap ketua DPRD Buton, Hariasi Salad SH yang maju calon Bupati Buton.
Mosi tidak percaya ini kemudian menimbulkan konflik internal dikubuh partai Golkar. Kendaraan politik yang mengantarkan Hariasi Salad menjadi ketua DPRD Buton pun dinilai mulai goyah. Diduga terlena dengan kepentingan politik dari partai lain.
4 dari 20 anggota DRRD Buton dari partai Golkar diketahui ikut menandatangi mosi tidak percaya terhadap ketua DPRD.
Mengerahui tindak empat anggota dari partai Golkar itu, salah seorang pengurus DPD ll Golkar Buton, Suhardin pun geram. Ia sangat menyayangkan statement dan gerakan yang sudah dilakukan oleh beberapa anggota DPRD Kabupaten Buton dari fraksi Golkar tersebut.
“Lebih khusus kami selaku pengurus DPD Golkar saya sebagai Wakil Sekertaris, mengutuk keras kepada Kader-kader Golkar yang ikut dan menjadi mentor dalam proses mosi tidak percaya terhadap ketua DPR yang mana Ketua DPRD itu adalah bagian dari Golkar itu sendiri,” kata Suhardin dengan tegas saat konferensi pers dengan sejumlah awak media, Selasa (17/1/2023).
“Kalau aturan main tentang pemberhentian pimpinan DPR saya kira itu dikembalikan kepada Golkar karena itu menyangkut internal Partai Golkar, kenapa teman-teman hari ini yang diberi kepercayaan, diberi delegasi oleh rakyat Buton menjadi anggota DPR dari Partai Golkar kok ikut bermain-main disitu,” sambungnya.
Menurutnya, seharusnya empat anggota DPRD Buton itu melakukan konsolidasi dan membesarkan partai bukan saling menjatuhkan, maka selaku pengurus DPD ll Golkar Buton mengecam keras kepada fraksi Golkar yang melakukan penandatanganan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD.
Apalagi mosi tidak percaya yang dilakukan benar-benar tidak ada kaitannya dengan Ketua DPRD tentang transparansi anggaran di DPRD.
Untuk itu, Suhardin selaku pengurus DPD ll Golkar Buton meminta kepada DPD l Golkar maupun DPP Partai Golkar agar memberikan sanksi tegas kepada seluruh Fraksi Golkar yang terlibat dalam penandatangan mosi tidak percaya terhadap ketua DPRD Kabupaten Buton.
Sebab tindakan itu dinilai telah mempertonton ke publik bahwa kader Golkar Buton tidak solid, ini berpotensi merusak citra partai golkar di kalangan masyarakat. Padahal sebentar lagi gelaran Pilkada segera dimulai.
“Selanjutnya kepada teman-teman partai lain tolong menjaga etika berpartai ini persoalan internal partai jangan kemudian terlibat dan masuk dipersoalan internal partai Golkar. Fokus saja jalankan tugas bagaimana kemudian berjalannya pemerintahan di Kabupaten Buton, tidak usah mengurus rumah tangga orang lain atau partai yang lain,” pintanya.
Sementara itu, Sahidin yang juga pengurus DPD ll Golkar Buton mengungkapkan, fakta yang terjadi dalam kurung waktu 8 bulan terakhir, Ia melihat hanya Ketua DPRD Buton, Hariasi Salad, S.H yang masih menjalankan konsolidasi Partai Golkar.
Menurutnya, tidak ada satu pun pengurus lain yang menjadi mentor utama dalam membesarkan Partai Golkar.
“Maka kalau teman-teman Fraksi Golkar hari ini menghabiskan waktu hanya untuk membuat mosi tidak percaya apalagi itu kepentingan partai lain, jangan sampai ini akan merusak citra Partai Golkar itu sendiri dan sekali lagi kami meminta kepada DPD l maupun DPP untuk memberikan sanksi kepada mereka-mereka ini,” tegasnya.
Kaitannya dengan proses untuk membesarkan partai tersebut, lanjut Sahidin, Ketua DPRD Kabupaten ini sudah melakukan kerja-kerja nyata untuk membesarkan partai itu, di buktikan Hariasi Salad, S.H tidak hanya memikirkan Dapilnya saja tetapi seluruh Dapil Kabupaten Buton ini sudah mendapat bantuan melalui program kerja yang dicanangkannya.
“Ini beliau lakukan semata-mata demi untuk membesarkan Partai Golkar sehingga Partai Golkar itu bisa tetap jaya di Kabupaten Buton dan mudah-mudahan bisa menjadi pemenang di Pemilu mendatang,” ujarnya.
“Pak Ketua DPRD ini punya keinginan besar untuk membesarkan Partai Golkar di Kabupaten Buton ini,” tambahnya.
Selain itu, Sahidin juga menyayangkan apa yang sudah dilakukan oleh beberapa anggota DPRD dari Fraksi Golkar
Menurut hematnya, mestinya yang harus dilakukan oleh para anggota DPD ll Partai Golkar Buton ini bagaimana melakukan konsolidasi di semua Dapil masing-masing untuk kebesaran partai kedepan.
“Menurut kami sebagai pengurus Partai Golkar DPD ll Kabupaten Buton ini ketua DPRD hari ini, Pak Hariasi Salad, S.H itu merupakan mesin penggerak utama khususnya di Partai Golkar demi kepentingan bagaimana kedepan Partai Golkar ini bisa bersaing, bisa eksis bisa mempertahankan capaian bahkan bisa menambah capaian kursi yang sudah diperoleh di 2019 yang lalu,” pungkasnya. (*)

