Panduanrakyat
Buton

Kukuhkan TPS di Buton, La Ode Ida Akan Jadikan Sultra Bebas Kemiskinan

PANDUANRAKYAT, BUTON- Bakal Calon Wakil Gubernur Sultra, La Ode Ida Resmi mengukuhkan tim pemenangan Sultra (TPS) Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Lukman Abunawas-La Ode Ida (LA-IDA) Kabupaten Buton di salah satu hotel di Kecamatan Pasarwajo, Rabu (21/8/2024) sore.

Sebanyak 350 orang dilantik. Mereka tersebar di 95 desa/kelurahan dari 7 kecamatan yang ada di Buton.

Farid Bachmid dilantik sebagai ketua tim pemenangan Sultra (TPS) Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Lukman Abunawas-La Ode Ida (LA-IDA) Kabupaten Buton.

Ketua TPS Buton, Farid Bachmid menjelaskan pengukuhan sekaligus dilakukan bimbingan teknis dalam rangka pemenangan dan kesolitan.

“Artinya saya selaku tim pemenangan Kabupaten Buton meyakini bahwa setelah dilantik tentu kami akan bekerja keras dalam rangka pemenangan calon gubernur dari PDI-Perjuangan yang mengusung kemudian Demokrat dan PKB,” Ujar dia saat ditemui Panduanrakyat.com usai kegiatan.

Lanjut, menurutnya kedua pasangan ini sangat cocok dan pasangan yang baik untuk membawa Sulawesi Tenggara kearah yang labih baik.

“Karena dua-duanya berpengalaman. Lukman Abunawas mulai dari jabatan lurah sampai ke Sekda Provinsi , sampai Wakil Gubernur dan hari ini calon sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara di samping oleh La Ode Ida yang sudah berpengalaman di DPR RI khusus DPD RI beliau adalah sosok tokoh di Sulawesi Tenggara yang juga berniat untuk masuk di dalam kanca pilkada ini untuk membangun Sulawesi Tenggara yang lebih baik kedepan,” Jelasnya.

Lebih lanjut, ia sebagai ketua TPS Buton menargetkan pemenangan Lukman Abunawas dan La Ode Ida di Buton mampu meraih suara sebanyak 70 presen.

“Target kami dari TPS Kabupaten Buton dalam rangka pemenangan gubernur Lukman Abunawas dan La Ode Ida ini kami targetkan di angka 70 persen dan kami akan memaksimalkan diri melakukan konsolidasi-konsolidasi ke akar rumput terutama ke setiap desa yang sudah terbentuk kordes-kordesnya itu kami akan selalu lakukan konsolidasi dalam rangka pemenangan,” Jelasnya.

“Setelah dilantik mereka akan mensosialisasikan turun ke masyarakat. Memperkenalkan apa yang menjadi program-program kerja Insyaallah Allah merestui pak Lukman bersama La Ode Ida menjadi gubernur dan wakil Gubernur, program-program itu akan ter sosialisasi ke akar rumput bagian bawah terutama bagaiamana kemudian meningkatkan mutu pendidikan , bagaimana kemudian membiayai orang-orang tidak mampu untuk melanjutkan ke S1, S2 dan seterusnya,” Tambahnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bakal Calon Wakil Gubernur, La Ode Ida menjelaskan Muna- Buton merupakan satu rumpun.

Lanjut, ia menjelaskan pasangan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur ini di dukung oleh tiga partai mantan presiden. Sehingga mereka boleh dikata dukungan oleh tiga mantan presiden. Mereka yakni Abdurrahman Wahid, Megawati Sukarno Putri dan Susilo Bambang Yudiyono.

“Yang di dukungan ini terbukti di dukungan oleh tiga presiden Republik Indonesia. Megawati Sukarno Putri pendiri Republik ini yang kedua Susilo Bambang Yudiyono pendiri partai Demokrat . Kemudian PKB, tokoh bangsa tokoh dunidunia, Abdurrahman Wahid,” Jelasnya.

Lebih lanjut, menurut mantan anggota DPD RI ini menjelaskan Buton mempunyai banyak sumber daya alam. Utama tambang aspal , Nikel serta Mangan.

Kata dia Aspal saat menjadi wakil DPD periode pertama bersama rekan-rekan DPD telah memperjuangkan Aspal Buton sehingga keluar kepmen PUPR untuk pemanfaatan aspal Buton.

“Terlepas dari itu, apa yang terjadi hanya dijadikan isu Aspal Buton kembali mendunia. Tapi itu hanya sebagai isu dan slogan. Kedepan kita akan pust kita akan dorong menjadi salah satu alur utama pemanfaatan aspal Buton. Aspal Buton di manfaat oleh seluruh rakyat Indonesia. Ketika saya menjadi perwakilan konsulat di Sanghai. Dia bilang sama saya, ini bandara Sanghai itu menggr aspal Buton. Dan itu dianggap suatu kualitas.Kenapa kita disini, karena pemerintah daerah belum terlalu serius mendorong itu sebagai sumber daya alam Buton yang harus dimanfaatkan oleh negri ini, ” Jelasnya.

Berikutnya, kata dia, Buton dan Buton Selatan merupakan satu kesatuan yang memiliki potensi pertanian, perikanan dan kelautan. Potensi itu ditangan mereka akan dijadikan sistem agro maritim.

“Jadi pertanian, perikanan dan kelautan menjadi satu program dari sentra karena itu strategis sekali,” Jelasnya.

Lalu kegiatan lain, ia bertekad menjadi Sulawesi Tenggara bebas dari Blankspot

“Kita tidak ada lagi, ada blankspot jadi digitalisasi semua. Karena anak-anak tidak bisa belajar dengan baik tanpa internet. Jadi tidak boleh ada blankspot. Tidak ada lagi yang tidak ada jaringan,” Jelasnya.

“Lalu apalagi yang kita perjuangkan. Sultra bebas dari kemiskinan. Melalui program beda rumah. Kita jadikan Sulawesi Tenggara bebas dari kemiskinan. Anak-anak tidak mampu kita berikan dia beasiswa. Yang cerdas kita berikan dia beasiswa. Lalu setiap kecamatan harus ada puskesmas yang bisa rawat inap. Tiap desa harus ada posko kesehatan. Ada bidan dan perawat melayani masyarakat kurang mampu,” Tambahhya. (*)