PANDUANRAKYAT.COM, BUTON TENGAH- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Buton di Desa Napa Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra) sukses menggelar seminar bertajuk “Stop Bullying Tetap Asik Tanpa Mengusik, Anti Bullying dan Kekerasan Seksual serta Hoax”, Kamis 31 Oktober 2024.
Kegiatan itu mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat dan dihadiri oleh Kepala Desa Napa, jajaran perangkat desa, serta tokoh masyarakat dan anak sekolah dari smp 15 mawasangka dan Sma 2 buton tengah.
Dalam seminar ini, mahasiswa KKN bersama para peserta mendiskusikan berbagai bentuk dan dampak dari bullying, kekerasan seksual, dan hoaks yang kerap terjadi di masyarakat, terutama di kalangan remaja dan pelajar.
La Ode Awal Iskandar Rasyid selaku ketua panitia mengatakan seminar ini disusun dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan sehat secara psikologis, terutama bagi generasi muda.
Dengan tema “Tetap Asik Tanpa Mengusik,” mahasiswa KKN berharap peserta dapat lebih memahami cara bersikap yang menghargai satu sama lain tanpa harus merugikan. Program ini juga memberikan ruang diskusi yang interaktif di mana peserta bebas mengemukakan pendapat serta berbagi pengalaman yang relevan dengan topik. Para mahasiswa KKN juga menghadirkan materi edukasi tentang pentingnya berperilaku sehat dan menghormati privasi orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Abdul Aziz ansar S.Sos, selaku Kepala Desa Napa, dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UM Buton atas kegiatan ini. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat tentang dampak buruk bullying, kekerasan seksual, dan hoaks, serta memotivasi masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan bebas dari kekerasan.
Amrah Susila Rahman, S.H, M.H selaku kepala KUA Mawasangka dalam materi singkatnya menyampaikan pandangannya terkait pentingnya nilai-nilai agama sebagai fondasi untuk mencegah perilaku bullying, kekerasan seksual, dan penyebaran hoaks. Menurutnya, ajaran agama mengajarkan untuk saling menghormati, menjaga kehormatan sesama, dan tidak merugikan orang lain, sehingga berpegang pada nilai-nilai ini adalah langkah penting dalam mewujudkan masyarakat yang aman dan damai.
Sedangkan Aipda Muchlis, S.H selaku Bhabinkamtibmas memberikan pesannya agar selalu berhati hati dalam pergaulan jangan dulu pacaran, jaga diri, jaga kehormatan dan jangan murah.
Diharapkan, melalui seminar ini, masyarakat Desa Napa dapat lebih peka terhadap kasus-kasus kekerasan dan bullying yang terjadi di sekitar mereka serta mampu mengambil langkah untuk mengatasi atau mencegah tindakan tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Buton untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sosial dan pendidikan masyarakat Desa Napa, sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa dalam penerapan nilai-nilai moral dan kemanusiaan di masyarakat.
Penulis : Ahmadin Nur Al Muhayat

