Panduanrakyat
Baubau

Kasus Penikaman Wartawan di Baubau Jalani Sidang Perdana

PANDUANRAKYAT, BAUBAU-Kasus pinikaman wartawan media siber Kasamea.com, LM Irfan Mihzan yang diduga diinisiasi oleh seorang aparatur sipil negara (ASN ) di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, inisial DH warga Kecamatan Murhum memasuki babak baru yakni mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Baubau, Senin (23/10/23).

Ada tiga terdakwa dalam kasus penganiayaan yang terjadi pada Sabtu (22/7) lalu. DH menyuruh dua eksekutor pembacokan inisial MHH alis KS (25), warga Kelurahan BWI dan rekannya MW alias JN (40), warga Kecamatan Batauga Buton Selatan untuk memberikan pelajaran kepada korban.

motif DH menyuruh kedua eksekutor karena sakit hati pada korban terkait pemberitaan tentang Bandara Kargo Buton Selatan yang dimuat di media korban karena pengadaan jasanya mengandung unsur korupsi.

Pada sidang yang dipimpin hakim ketua Johanis Dairo Malo, SH MH, hakim anggota Mahmid SH, dan Rahmat SHi Lahasan SH MH tersebut dengan agenda utama pembacaaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum.

Juru bicara PN Baubau, Rinding Sambara SH mengatakan ketiga terdakwa didakwa dengan dakwaan primer Pasal 353 Ayat 1 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHPidana subsider Pasal 351 Ayat 1 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHPidana. Pihak terdakwa tidak mengajukan keberatan atau eksepsi.

Rinding menambahkan, sidang akan dilanjutkan kembali, Senin 30/10/23, dengan acara pembuktian, serta saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Baubau, La Ode Abdul Sofian SH MH dan Wa Ode Nurnilam SH MH.

“Setelah selesai sidang pemeriksaan saksi yang diajukan JPU, maka diberikan kesempatan kepada penasehat hukum terdakwa, untuk menghadirkan saksi a de charge, ataupun tidak menghadirkan saksi a de charge, maka lanjut pada sidang pemeriksaan terdakwa,” ujar Rinding, Kamis, (26/10/2023).

Kemudian, setelah selesai pemeriksaan terdakwa, dilanjutkan pembacaan tuntutan dari JPU. Kemudian, dilanjutkan pembelaan dari terdakwa atau penasehat hukumnya. Selanjutnya, replik dari JPU dan duplik dari terdakwa atau penasehat hukumnya. Kemudian, sidang putusan dari majelis hakim.

Seperti diketahui, perkara ini menjadi perhatian secara nasional, sebab terkait dengan peran serta fungsi pers di Indonesia. Diduga ada upaya menghalang-halangi kerja wartawan dalam menjalankan profesi yang dilindungi oleh undang-undang, dengan intimidasi serta tindak kekerasan.

Organisasi profesi wartawan, ormas, para tokoh, terlebih masyarakat, mengecam tindakan keji pelaku.

Korban adalah wartawan yang sudah menjalankan profesi lebih dari satu dekade. Tergabung dalam organisasi profesi wartawan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), ia bersertifikat kompetensi wartawan utama.

Korban salah seorang Wartawan Sahabat Jaksa (Wa Sahaja), yang dibentuk oleh Kepala Kejaksaan Negeri Buton Ledrik Victor Mesak Takaendengan SH MH, sebagai wujud kemitraan insan pers dengan lembaga Adhyaksa, dalam penegakkan supremasi hukum.

Diketahui bahwa sebelum mendapat penganiayaan, korban memberitakan tentang proses hukum dugaan tindak pidana korupsi kegiatan belanja jasa konsultasi penyusunan dokumen studi kelayakan bandar udara kargo dan pariwisata kecamatan Kadatua Kabupaten Buton Selatan “Bandara Busel”, yang diungkap (ditangani ) Kejaksaan Negeri Buton.

Seorang terdakwa, yang menyuruh untuk menganiaya korban (man maker), bernama Adhani Husein Darwis alias Dhani, adalah Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Buton Selatan.

Menangkap para pelaku yang kini telah berstatus terdakwa, Polri menurunkan tim dari Bareskrim dan Polda Sultra, yang membantu kerja profesional personil Polres Baubau. (*)