BAUBAU,PANDUANRAKYAT.COM – Perum Bulog cabang Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau masyarakat di wilayah Kepulauan Buton (Kepton) agar tidak panik soal ketersediaan stok pangan bahan pokok. Selain itu, Bulog juga memperingati pedagang agar tidak melakukan spekulasi harga terlebih menjelang maupun berlangsungnya momen hari besar keagamaan yakni Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Perum Bulog Baubau, Hendra Dionisius menyebut, saat ini jumlah stok bahan pokok yang tersedia di gudang Bulog Baubau diantaranya beras sekitar 3000 ton, 10 liter minyak goreng, dan gula 10 ton.
Ia menilai, stok bahan pangan yang tersedia saat ini cukup untuk menghadapi hari besar keagamaan yang bakal dihadapi ke depan. Bulog juga terus melakukan pemindahan stok karena stok sifatnya bergerak terus, revolvingnya cepat sehingga pada saat stok keluar pihaknya juga menyiapkan pengganti dari gudang Bulog yang ada di Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Bombana, dan Kolaka agar gudang Bulog tidak pernah kosong dan secara berkelanjutan terus terisi.
“Kita juga ada stok minyak goreng sekitar 10 ribu liter di gudang. Kemudian ada tiga kontainer yang saat ini proses kita muat dari pabrik Marunda di jakarta. Itu aka kita tarik ke sini, mudah-mudahan akhir bulan januari ini bisa tiba di sini. Kemudian kami juga ada punya gula di gudang sekitar 10 ton. Kami ada juga pembelian dari Jawa, akan kami tarik ke sini. Semua dalam rangka untuk memastikan bahwa stok pangan ini tersedia utamanya pada saat menjelang maupun pada saat momen hari besar keagamaan itu,” ungkap Hendra Dionisius, Rabu 14 Januari 2026.
Dion menegaskan Bulog Baubau memastikan bahwa kebutuhan pangan pokok ini tersedia sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, tidak perlu panik, tidak perlu memborong, karena pemerintah melalui Bulog itu akan menjamin ketersediaan bahan pokok.
Dion pun menekankan agar pedagang tidak melakukan spekulasi terhadap harga karena pemerintah saat ini mempunyai stok yang cukup besar yang tersimpan di gudang Bulog, yang kapan pun itu bisa dikeluarkan oleh pemerintah.
“Jadi, bahan pokok akan terus digelontorkan dalam rangka menjaga stabilisasi harga dan mendekatkan akses pangan ke masyarakat dengan harga terjangkau. Masyarakat juga jangan panik, jangan berpikir bahwa akan ada gejolak harga yang signifikan. Karena pemerintah memberikan jaminan stabilisasi atau inflasi akan terus dikendalikan dengan menggunakan instrumen-instrumen pemerintah, salah satunya Bulog,” harapnya. (*)
Reporter : Ardilan

