PANDURANRAKYAT, BUTON- Penjabat (Pj) Bupati Buton, Drs Basiran, M.Si nampaknya memiliki keinginan besar untuk mewujudkan pengembangan industri perikanan di Kabupaten Buton.
Ambisi Basiran itu terlihat saat dirinya menyambut tamu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat acara syukuran Hari Ulang Tahun Kabupaten Buton ke-64 dan HUT Pasarwajo sebagai Ibu Kota ke-20 di Aulah Kantor Bupati Buton, Lantai II, Kompleks Perkantoran Pemkab Buton Takawa,Pasarwajo, Selasa (4/7/2023).
Pada acara itu, dihadapan Dirjen Perikanan Tangkap, Kementrian Kelautan dan Perikanan serta para tamu undangan, Basiran mempromosikan lahan seluas ratusan hektare milik Pemda Buton yang ada di Kelurahan Kamaru, Kecamatan Lasalimu untuk pengembangan industri perikanan.
“Ada tanah yang sudah di bebaskan sama beliau, zamannya pak Sjafei kurang lebih 100 hektar untuk pengembangan industri perikanan, kawasannya cukup luas dan berada di teluk Kamaru,” ujar dia dalam sambutannya.
Lanjut, Basiran menjelaskan kehadiran Pejabat Kementerian ini merupakan rahmat, sebab bertepatan pada kunjungan kerja di Kabupaten Wakatobi, para rombongan kementerian itu sekaligus menghadiri syukuran HUT Buton.
Lebih lanjut, Basiran menjelaskan dengan informasi yang diberikan terkait lahan, diharapkan Dirjen Kementrian dapat kembali berkunjung di Buton dengan kabar gembira.
“Mudah-mudahan ini adalah tanda-tanda alam. Pejabat kementerian kelautan datang ke Buton dan Insyallah datang kembali membawa kabar gembira lagi,” ujarnya.
Lebih lanjut, kepada Dirjen Perikanan Tangkap, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Pj Bupati Buton juga menyampaikan harapan nelayan agar diberikan bantuan kapal tangkap.
“Kita bersyukur bahwasanya beliau bertiga mohon izin sekaligus promosi, karena yang datang ini dirjen budidaya tangkap. Kami punya nelayan mengharapkan dukungan bantuan kapal tangkap karena kami disini hanya bisa membantu alat tangkap dalam bentuk bodi tangkap. Sedangkan hasil ikan di Kabupaten Buton ini sangat luar biasa. Kalau cari tuna yang baik, ada di Buton,” jelasnya.
Selain itu, Basiran juga menginformasikan bahwasanya, pemerintah kabupaten terus membina nelayanan melalui kegiatan yang di anggarkan melalui APBDesa.
“Selain itu tentu ada pembinaan yang perlu dilakukan, itu kami di desa-desa sudah di anggarkan lewat APBDesa pembinaan nelayan yang mencintai alam mencintai laut, bahkan ada beberapa kawasan di sini disebut kaombo yang hanya bisa di panen, bisa ditangkap ikannya pada waktu-waktu tertentu banyak kearifan-kearifan lokal tentang pelestarian perikanan,” tandasnya. (Gus)

