Panduanrakyat
Sultra

HUT Basarnas Kendari ke-23, Aris Harap Lebih Eksis Lagi

PANDUANRAKYAT, SULTRA-Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kendari melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Ulang ke- 23 Tahun Basarnas Kendari. Upacara berlangsung di pelataran KPP Kendari, Jl Kapten Pierre Tendean, Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (9/9/2022).

Kepala Kantor KPP Kendari, Aris Sofingi menceritakan KPP Kendari didirikan pada tahun 1999 dengan sejarah historis pembentukannya dilatar belakangi oleh tenggelamnya sebuah kapal Ferry yg menghubungkan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan pada Tahun 1997.

Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara mempunyai luas perairan 110.000 KM persegi atau 64,24 % dari luas wilayah Sulawesi Tenggara, dengan dasar itulah Tim Basarnas melakukan survey ke Sulawesi Tenggara dan mendapat respon yang baik dari pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang pada saat itu gubernur dijabat oleh Laode Kaimuddin, degan demikian pada September tahun 1999 Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari yang pada saat itu bernama Kantor SAR Kendari terbentuk dibawah kepemimpinan Roki Asikin.

Seiring dengan berjalannya waktu serta degan tujuan memberikan pelayanan jasa SAR yang cepat kepada masyarakat, saat ini telah terbentuk 3 Pos SAR yakni Pos SAR Wakatobi, Pos SAR Kolaka dan Pos SAR Baubau serta 3 Unit Siaga SAR yaitu Unit Siaga SAR Muna, Unit Siaga SAR Konawe Utara dan Unit Siaga SAR Luwu Timur yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan itu, Kepala KPP Kendari Aris Sofingi menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota yang dengan penuh dedikasi dalam menjalankan setiap panggilan kemanusiaan serta menyampaikan harapannya ke depan KPP Kendari untuk lebih eksis lagi, lebih banyak lagi memberikan kontribusi dalam hal pencarian dan pertolongan

Sebagai tambahan, data kecelakaan yang ditangani KPP Kendari Periode Januari hingga saat ini sebanyak 51 kasus dgn rinciannya:

Kecelakaan kapal 31 Kasus, kondisi membahayakan manusia 19 kasus, bencana 1 kasus.

Untuk jumlah korban, selamat 193 orang, meninggal 21 orang dan hilang 5 orang. (*)