Panduanrakyat
Buton

Dukung Porprov Sultra di Buton, Dispar Latih Kemanan dan Keselamatan Destinasi Wisata di Pasarwajo

PANDUARAKYAT, BUTON-Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buton terus menggelar pelatihan. Kali ini tentang keamanan dan keselamatan destinasi/daya tarik wisata di Kecamatan Pasarwajo.

Giat ini diselenggarakan di dive center, Banabungi, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Jumat (7/10/2022).

Tujuan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, mengimplemtasikan kemanan dan keselamatan yang mendukung peningkatan daya saing, sehingga penyelenggaraan keamanan destinasi ini bisa saja berstandar nasional dan internasional seperti yang dilaporkan panitia WA Ode Fatmawati, S.Par.MM.Par

Pelatihan yang bersumber dari DAK non fisik tahun anggaran 2022 itu untuk meningkatkan pengetahuan pengelola di destinasi wisata, Dinas Pariwisata menghadirkan narasumber dari unsur Akademisi Bogor, BNPB, TNI dan Polres Buton. Para peserta akan dilatih selama empat hari. Tiga hari materi dan satu hari praktek lapangan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, Rusdi Nudi menjelaskan rangkaian pariwisita sudah beberapa kali dilakukan dan terus berkosentrasi di Ibu Kota Kabupaten Buton, Pasarwajo, hal itu untuk mendukung kegiatan Pemda Buton dalam iven Porprov 2022.

Makanya kuliner yang lalu juga kami sedikit fokus diseluruh penjual dan 30 warung makan yang ada kawasan ibu kota ini, 13 letter Buton dan Kali Biru dan ada secara online itu 7. Itu sudah masuk dalam data dalam rangka kita mensuport Poprov 2022 nanti,” jelas dia dalam sambutannya.

“Pelatihan hari ini, keselamatan destinasi ini juga kami fokus di wilayah destinasi terdekat. Kenapa kita sudah memperkirakan nanti seluruh atlet itu tidak mungkin hanya urusan bertanding, pasti dia cari tempat santai dan rekreasi. Oleh karena itu, dari tempat-tempat yang ada yang aksesnya didapat itu lah yang kami minta perwakilannya, yang paling penting dalam pelayanan wisata adalah standar keselamatan. Itu yang paling penting,” tambahnya

“Contoh ke air terjun Kancinaa, itu tamu yang kita bawa kita sudah harus perhitungkan, bahwa ini yang aman karena bagi tamu yg usianya sdh tua tdk direkomendasikan. Pelajari karakteristik tamu kita, karena keluhan itu, kalau dia mengeluh bukan keluhan Kancinaa, keluhan itu nanti atas nama Buton,” jelasnya.

Lanjut, ia menjelaskan nantinya di iven porprov itu, akan dijadikan sebagai uji publik bagi Dinas Pariwisata dan masyarakat Buton sejauh mana kesiapan menerima tamu dengan jumlah besar.

“Iven untuk kita untuk uji publik juga bahwa kita ini siap sudah menerima tamu skala besar atau tidak. Itu nanti kita uji di situ. Makanya pelayanan kulinernya kita latih. Kita kosentrasikan mereka harus memperhatikan standar pelayanan, standar higienis makanan. Termasuk pelayanan, nanti lihat 30 warung ini melayani sesuai standar. Itu kita sudah tekankan. Karena orangnya juga harus tampil rapi, tampil bersih, makanan higienis, tata letak menu dsb juga seperti itu,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Rusdi berharap pada perhelatan porprov tanggal 26 November 2022 nanti di Buton. Diharapkan seluruh masyarakat harus siap menampilkan yang terbaik sesuai dengan kapasitas berada di area usaha jasa yang mana digeluti. Atau apa saja bentuk layanan yang akan diberikan kepada tamu.

“Diperkirakan nanti puluhan ribu nanti orang disini. Jadi kita memanfaatkan itu. Kalau teman-teman punya rumah. Kalau rumah itu dikatakan rapi, posting, ada AC-nya, WC-nya di dalam, standarnya sekian. Akan ada yang minat. Pasti itu, banyak. Puluhan ribu, tidak akan mampu kita tampung,” jelasnya.

“Jadi oleh karena itu kami menghimbau kepada seluruh peserta kita ikuti materi ini standar keselamatan bagaimana kita menangani jika terjadi apa-apa. Jadi mulai hari ini nanti kita akan mengambil nomor HP-nya BNPB, nomor HP Polres dengan mitra kesehatan. Karena ketika terjadi apa-apa, kita tidak bingung, tapi HP yang berfungsi,” tambahnya.

Sementara itu, saat membuka pelatihan ini, Penjabat Bupati Buton, Basiran melalui Sekretaris Kabupaten Buton, Asnwai Jamaluddin sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Dinas Pariwisata.

Apa lagi kata dia, dalam waktu dekat ini di Kabupaten Buton akan berlangsung event Poprov. Pada kesempatan ini, ribuan orang yang akan datang ke Buton. Mereka itu, tidak menutup kemungkinan akan mengunjungi destinasi wisata di Buton.

“Tugas kita sebenarnya bagaimana kita menciptakan kenyamanan karena secara umum ini jangan kita cuma berpikir bahwa untuk kegiatan Poprov saja. Wisatawan yang datang itu sebelum mereka datang pasti dia cari informasi bagaimana utamanya masalah keselamatan mereka itu yang paling penting sekalipun mungkin daerah kita itu indah, daerah kita itu pemandangannya cukup bagus tapi kalau masalah keamanan dan kenyamanan yang tidak terjamin mereka tidak akan datang,” pungkasnya.

Sekda menginstruksikan Dispar Buton agar kegiatan serupa ini tidak hanya terkonsentrasi di Kecamatan Pasarwajo, melainkan juga melibatkan destinasi wisata di Kecamatan lainnya seperti Kecamatan Wolowa dan Wabula yang memiliki akses terdekat dengan Pasarwajo (*)