Panduanrakyat
Baubau

Dinas Kehutanan Sultra KPH Wakonti Dihujat Netizen, “Polhut Makan Gaji Buta”, “Sudah Gundul Hutan Baru Muncul”

PANDUANRAKYAT, BAUBAU- Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Unit V Wakonti, Kota Baubau baru-baru ini menjadi sorotan setelah dihujat netizen karena dianggap tidak peduli terhadap keberlangsungan hutan pinus di Kecamatan Sorawolio.

Pasalnya kawasan hutan yang bertuliskan hutan negara itu telah habis digunduli oknum masyarakat yang tidak bertanggung bertanggungjawab.

Belakangan 4 anggota polisi hutan bersergam lengkap dan satu bersergam putih berfoto setelah memasang baliho dibelakang hutan gundul bertuliskan kawasan hutan. Stop.!! Menebanag, Merambah, Membakar, atau menduduki kawasan hutan tanpa izin pejabat yang berwenang.

Gegera foto ini netizen geram dan melakukan hujatan.

Salah satunya, akun milik Putra Buton yang di posting di gurub Facebook Ruang Diskusi Kota Baubau, Selasa (25/11/2025).

“TERJADI POLEMIK DI KOTA BAU BAU.

Setelah hampir setahun hutan pinus sorawolio di babat mafia kayu..!! polhut ini baru datang sekarang pasang plang pelarangan nya.. !!

Dan selama ini mereka kemana saja..?? Terutama polhut2 yang bertugas di wilayah kph wakonti ini .. !! kalian punya mata selama ini simpan di mana.? Dan apakah selama ini kalau kalian naik di Pasarwajo atau turun di bau bau ini kalian naik helikopter.. makanya perusakan hutan pinus sorawolio di pinggir jalan Poros bau bau bau Pasarwajo itu kalian tidak lihat.. !!

polhut makan gaji buta memang satu satu, ” Unggah dia.

Sementara itu, akun bernama Alim M yang juga memposting di grub ruang diskusi kota Baubau.

“Sudah rata pohon baru di pasang tanda larangan. Agak lucu sih, hutannya di pinggir jalan poros masa iya tidak ada yg lihat itu hutan digunduli 😆 selalunya nanti viral baru ada tindak lanjut,” Tulisnya.

Postingan itu kemudian menuai beragam komentar netizen. Salah satunya, akun Kitakasi Murahsaja, ia berkomentar “kemana mereka selama ini, sudah gundul hutan baru muncul,” Tulisnya.

Ada juga akun bernama La Aksa membuat unggahan di Ruang Diskusi Kota Baubau.

“tiap hari lewat jalur bau bau ke Pasarwajo, dulu sangat Indah jalurnya, rindang namun makin hari hutanya makin terbuka,menjadi gersang walaupun ada Plang Kehutananx.Kayunya pinus habis. kenapa hutan kita jadi begini rusak begitu parah. yang lokasix dekat dengan Jalan poros Pasarwajo.
hutan menjadi sangat penting untuk kehidupan, Sebagai rumah, penyerapan dll. Sedih lihatnya 😥😥.

Penanganan dari Pemerintah setempat sperti apa ?

Savehutanbuton

Dinas Kehutanan prov Sultra, Bksda Sultra
@pemerintahkotabaubau,” Ujarnya.

Namun jauh sebelum itu akun once zen pada tanggal 24 Juni 2024 sudah meluap rasa kekesalan terkait dengan kinerja polisi kehutan. Ia kemudian meluapkan emosi melalui tulisan diakunnya Facebook dan memposting di ruang diskusi kota Baubau.

“Bagi POLHUT jangan cuman berpangku tangan tolong dihentikan perusakan hutan di wilayah tambang kaisabu
Karna sudah disini sumber kehidupan bagi masyarakat kota bau bau dan sekitarnya, jika terus dibiarkan kemungkinan kita akan mengalami kiamat air karna sumber mata air sudah mulai mengering akibat pepohonan sudah habis setiap hari penebangan hutan semakin meningkat,” Tulisnya. (*)