PANDUANRAKYAT, BUTON- Pemerintah Desa (Pemdes) bersama lembaga adat desa Wasambaa, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton menggelar pesta adat tahunan “Kalawati”.
Giat ini digelar di baruga desa setempat, Dusun Wasuamba, Jumat (15/11/2024) malam.
Dalam kesempatan itu, Ilham Aga SH menjelaskan uraian singkat hikmah Kalawati.
Ia menjelaskan ritual kalawati atau lawati ao merupakan prosesi adat yang syarat akan makna yang pada malam hari dilaksanakan di Kampung Wasuamba, Desa Wasambaa , Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton.
Tradisi luhur ini merupakan sebuah penghormatan kepada leluhur dan simbol persatuan bagi rumpun masyarakat adat Masuamba Sokana eo dan simbol persatuan yang mendiami beberapa desa di wilayah Kabupaten Buton yaitu Desa Wasambaa dan desa Wasuamba di Kecamatan Lasalimu serta Desa Labuandiri dan Kampung Lagoro Kecamatan Siotapina.
Lebih lanjut, ia menjelaskan dalam bahasa setempat, Kalawati atau Kawatir Ai berati penyambutan. Bila dijabarkan dalam ritual kalawati yang dilaksanakan pada malam ini ialah penyambutan atas kembalinya para pemangku adat dan masyarakat adat dari puncak Siotapina dalam rangka menunaikan prosesi adat ritual dan ziarah di pusaran Sultan Buton ke-20 dan 23, Oputa Sangia Yi koo atau Oputa Mosabuna Yi Wasuamba sebagai salah satu tokoh pahlawan yang sangat dihormati dan di akui telah dinobatkan sebagai pahlawan.
Prosesi adat di puncak gunung Siotapina yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh rumpun masyarakat adat Wasuamba sukana eo dan Wasuamba Matana eo sebagai kewajiban atas wasiat yang diterima dari leluhur . Prosesi diawali dengan pemberangkatan rombongan pemangku adat dan masyarakat menuju puncak gunung Siotapina. Hari H pelaksanaan ritual adat dan perjalanan menuju kampung yang memakan waktu kurang lebih selama tujuh hari.
“Oleh karena itu setiap generasi muda Wasuamba Sukana eo maupun Wasuamba matana eo memiliki kewajiban secara moral untuk tetap menjaga dan melestarikan tradisi luhur ini yang memang membutuhkan banyak pengorbanan baik waktu, tenaga maupun materi,” Jelasnya.
“Lebih dari sekedar upacara tradisi kalawati yang malam ini kita laksanakan ialah ekpresi rasa syukur dan kebersamaan yang diiringi dengan doa dan pertunjukan tarian tradisional sentuhan gendang serta lantunan syair-syair kabanti dan nuansa religius yang menghadirkan suasana saktal. Syair-syair ini merupakan warisan oputa yi koo yang menjadikan ritual ini lebih istimewa sebagai warisan kearifan lokal yang telah terjaga sejak lama. Tradisi ini memiliki makna mendalam yang mencakup berbagai aspek dalam kehidupan kita. Antara lain aspek sosial, budaya, ekonomi dan kebudayaan,” Sambungnya.
Lanjut, secara sosial tradisi, kata dia ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antar sesama masyarakat adat mapun dengan masyarakat di luar adat.
Di aspek budaya, ia menjelaskan untuk memperlihatkan kita semua bahwa ditengah perkembangan zaman dan moderenisasi sekarang ini masi ada kelompok masyarakat yang tetap kuat menjaga dan mempertahankan tradisi dan diturunkan dari generasi ke generasi.
Dari sisi ekonomi tradisi semacam ini memiliki daya tarik wisata untuk memperkenalkan buday dan kearifan lokal kepada masyarakat luar. Oleh karena itu kami mewakili masyarakat adat Wasuamba Sukana eo dan Masyarakat adat matana eo memohon kepada pemerintah agar berkenan memberikan kami pembinaan dan dukungannya dalam rangka upacara pelestarian warisan budaya sabagai bagian dari kekayaan budaya daerah.
Dari aspek keagamaan, tradisi ini memiliki makna ungkapan rasa syukur atas rejeki dan rahmat yang diberikan kepada kita semua serta mengajarkan kita tentang kebersamaan dalam keberagaman dan menegakkan akan kepentingan menghargai leluhur budaya serta rasa syukur kepada sang Pencipta.
Ditempat yang sama, Camat Lasalimu, Dr La Ode Zahaba S.Hi. M.Si mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Wasambaa dan semua panitia telah menyelenggarakan kegiatan ini
Kata dia kegiatan ini merupakan satu wahana pemersatu di Desa Wasambaa maupun Kecamatan Lasalimu yang mana kita sama-sama ketahui bahwa kita menghadapi pemilihan bupati dan wakil bupati walaupun kita berbeda-beda tapi satu tujuan kita mencari pasangan bupati terbaik di Kabupaten Buton yang membawa Buton kedepan.
Lebih lanjut, pada kesempatan ini, camat mangajak kepada masyarakat untuk keamanan dan ketertiban di kecamatan Lasalimu, semoga dengan adanya kegiatan adat, atau pesta adat lawati ini dapat memperkokoh kesatuan kita mengembangkan ekonomi sosial budaya kita di kecamatan Lasalimu.
“Yang mana kita ketahui bahwa di Kecamatan Lasalimu ini ada 13 desa yang melaksanakan pesta adat. Dan itu merupakan warisan nenek moyang kita yang perlu kita jaga dan lestarikan sehingga dampak dari pada ritual adat atau pesta adat yang kita laksanakan dapat membawa sebuah kebaikan yang mana kita saling bekerja sama antara masyarakat dengan pemerintahnya, pemerintahnya dengan masyarakatnya. Olehnya itu dimomen yang bagus ini mari kita saling menghargai, saling mendukung untuk membangun Kecamatan Lasalimu,” Jelasnya.
Selain itu, camat yakin Lasalimu makin terdepan dengan adanya sumber daya alam yang di miliki . Sementara itu, dengan adanya pesta adat ini merupakan salah rasa syukur, nikmat Allah yang diberikan kepada masyarakat.
Sementara itu, Pejabat Bupati Buton, La Haruna, SP., M.Si melalui Staf ahli Pemerintah hukum dan Politik Sekretariat Daerah Kabupaten Buton, H Abdul Rais mengucapkan permohonan maaf karena Pj Bupati Buton belum sempat hadir.
Terlepas dari itu, ia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan pesta adat yang dilaksanakan oleh lembaga adat dan tokoh adat, pemerintah desa dan seluruh masyarakat karena acara ini merupakan tradisi yang harus kita pertahanankan sebagai tradisi leluhur kita secara turun temurun tiap tahun kita curahkan sebagai warisan budaya yang kita miliki .
“Kegiatan ini merupakan aset budaya yang harus kita pertahanan secara terus menerus tanpa tergerus oleh zaman dimana sekarang ini telah banyak pengaruh budaya dari luar seiring dengan mudahnya aksesnya teknologi informasi yang mempengaruhi masyarakat kita terutama generasi muda saat ini. Untuk itu kepada lembaga adat, seluruh tokoh adat dan seluruh masyarakat untuk mempertahankan acara adat tahunan ini sebagai warisan budaya yang harus dipertahankan dan dilaksanakan tiap tahunnya karena semua ini merupakan bentuk kekayaan budaya yang kita miliki da harus kita lestarikan sampai anak cucu kita,” Tandasnya.
Hadir dalam kegiatan ini Anggota DPRD Kabupaten Buton, WA Ode Nurina dan Rudin. Mantan Bupati Buton, Drs La Bakry M.Si dan Mantan Pj Bupati Penajam Pisir Utara Kaltim, Dr Bere Ali.
Serta hadir juga Anggota DPRD Sultra, Sahrul Sahid. S. Sos, Kadis Capil Buton, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Buton, Kapolsek Lasalimu, Danramil Lasalimu serta para Kepala Desa dan para pendamping desa.
Pantauan, usai menyantap hidangan makanan adat tradisional, para tamu undangan juga disuguhkan dengan tari tradisional adat setempat. (*)

