PANDUANRAKYAT, BUTON- Acara joget yang dilakukan salah seorang warga Dusun Rokiro, Desa Wasambaa, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Sultra berujung tragis.
La Arjun alias La Muna (20) salah seorang remaja di desa tersebut nyaris tewas mendapat tikaman
Kapolsek Lasalimu, Ipda Munawar membenarkan peristiwa itu.
Ceritanya, Rabu (20/8/2025) sekira pukul 00.00 Wita, terjadi keributan usai acara joget berakhir. Pengunjung acara kejar-kejaran menggunakan pisau.
Korban saat itu sedang duduk di atas motor dan di hampiri terduga pelaku dan berkata “Ini mi dia orangnya. Langsung di Tusuk,” Ujar Kapolsek menirukan percakapan terduga pelaku saat dikonfirmasi Panduanrakyat.com, Rabu (20/8/2025).
Saat berlangsung acara itu, kata Kapolsek terdapat empat anggota melakukan patroli di desa tersebut. Namun setelah acara berakhir, personil polsek bergegas kembali ke markas Polsek Lasalimu.
Setibanya di Polsek, aparat kepolisian yang mendapat laporan tentang penikaman tersebut dan bergerak cepat menangkap terduga pelaku. Tak sampai 24 jam, polisi berhasil menangkap pelaku penikaman. Saat ini terduga pelaku sudah di titip di Satreskrim Polres Buton.
Akibat penikaman itu, korban mengalami dua luka tusuk. Di perut dan dan ketiak sebela kiri. Korban dilarikan di Puskesmas Lasalimu, Kamaru. Namun, untuk mendapatkan perawatan intensif, korban dirujuk di RSUD Buton, Pasarwajo.
“Kebetulan juga ini pelaku masi juga disekitaran TKP langsung kita amankan kita langsung bawa di Polsek tadi malam sekitar jam setengah 3.sekarang terduga pelaku saya sudah titip di kantor Satreskrim Polres Buton,” Ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk menghindari terjadi keributan seperti ini, dirinya sebenarnya selalu mengingat masyarakat ketika datang mengajukan permohonan izin keramaian agar jika memungkinkan untuk tidak diadakannya acara joget untuk tidak dilaksanakan. Hanya saja masyarakat selalu ngotot.
“Saya sebenarnya setiap ada masyarakat yang datang mengajukan permohonan izin keramaian yang disertakan dengan pernyataan mereka siap mengamankan saya selalu mengimbau bahwa kalau acara malam ini kalau bisa ditiadakan kalau bisa ditiadakan karena lebih banyak modaratnya daripada manfaatnya,” Jelasnya.
“Kemudian acara malam ini kami juga sudah di atensi sama bapak Kapolres untuk sebenarnya ditiadakan. Tapi kerena masyarakat ini biar juga kita himbau. Mereka jua tetap ngotot bikin. Kewajiban kami Polsek selalu mengamankan sampai selesainya acara,” Sambungnya. (*)

