BAUBAU,PANDUANRAKYAT.COM – Perum Bulog cabang Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyalurkan sebanyak 6.900 ton beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) selama periode tahun 2025. Jumlah tersebut menjadikan Bulog Baubau sebagai penyalur terbesar di kantor wilayah (Kanwil) Bulog Sultra.
“Penyaluran beras SPHP kualitas yang masuk di wilayah kami itu sekitar 6.900 ton di empat kabupaten dan satu kota. Ini merupakan penyaluran beras SPHP yang terbesar di wilayah Sultra, di sini kami ada satu kantor wilayah, dan enam kantor cabang,” ungkap Kepala Bulog Baubau, Hendra Dionisius ditemui belum lama ini.
Dion menyebut, pihaknya mendapat surat penugasan untuk penyaluran beras SPHP itu sampai 31 januari 2026. Saat ini, gudang Bulog Baubau sedang dalam proses fumigasi atau pemberantasan hama.
“Nanti mulai minggu depan kami akan bungkus kembali, kemudian distribusikan kembali baik itu ke pasar, ke pedagang, maupun melalui TNI/Polri, atau gerakan pangan murah (GPM) atau melalui operasi pasar,” ujarnya.
Ia menilai, dengan adanya beras SPHP, masyarakat memiliki pilihan ketika beras premium mengalami kenaikan harga. Masyarakat bisa membeli beras SPHP yang merupakan beras pemerintah yang lebih terjangkau karena disubsidi.
Menurutnya, alasan masyarakat yang cukup banyak memilih beras SPHP dikarenakan wilayah kerja Perum Bulog Baubau yang cukup luas, jumlah penduduk yang cukup besar khususnya di daerah Kota Baubau. Selain itu, Kepulaun Buton yang bukan merupakan daerah sentra produksi padi beras membuat konsumsi beras SPHP meningkat.
“Memang ada produksi di sini, tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk lima kabupaten/kota. Jadi, beras Bulog lah yang jadi andalan terbesar saat ini untuk memenuhi kebutuhan beras di Kepulauan Buton,” ungkapnya.
Dion menambahkan hal ini berbeda di wilayah daratan Sultra seperti di Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Bombana, hingga Kolaka yang merupakan wilayah sentra produksi beras sehingga ketersediaan jumlah beras yang cukup besar dan beragam membuat harga beras cenderung stabil membuat masyarakat di sana memiliki banyak pilihan beras.
Reporter : Ardilan

