Panduanrakyat
Advertorial

Peringati Tahun Baru Islam, Pj Bupati Buton Ajak Umat Makmurkan Masjid

PANDUANRAKYAT, BUTON- Penjabat (Pj) Bupati Buton, Drs. Basiran, M.Si menghadiri Dzikir dan Doa bersama dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1445 Hijriah tingkat Kabupaten Buton yang dipusatkan di Masjid Al Muslimin, Kelurahan Kombeli, Rabu 19 Juli 2023, malam

Dalam kesempatan itu, Basiran mengajak Masyarakat Kabupaten Buton untuk senantiasa memakmurkan masjid.  Selain untuk untuk menjalankan sholat 5 waktu, masjid juga hendaknya  dijadikan sebagai tempat untuk memikirkan kemaslahatan umat karena Masjid kita harapkan sebagai bagian mempersatukan umat.

“Kita memilih masjid Al Muslimin sebagai tempat penyelenggaraan perayaan 1 Muharam 1445 Hijriyah tingkat Kabupaten Buton di Kombeli karena masjid ini bagus.  Namun masjid yang bagus dan megah ini harus digunakan sebaik-baiknya, bukan hanya sebagai tempat Shalat tetapi sebagai tempat untuk memikirkan umat,” katanya.

Dzikir dan Doa dihadiri oleh warga masyarakat serta para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Forkopimda, Pihak Kantor Kementerian Agama, Ketua Majelis Ulama Kabupaten Buton, Para Camat, Tokoh Agama dan Majelis Taklim Kelurahan Kombeli.

Pj. Bupati Buton juga atas nama Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Buton mengucapkan Selamat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1445 Hijiriah kepada seluruh masyarakat Kabupaten Buton.

Mantan Asisten Pemerintahan Sekprov Sulawesi Tenggara ini pada kesempatan itu menyampaikan Kafilah Kabupaten Buton mengikuti STQH XXVII Provinsi Sultra di Kendari. “Dan pada penutupan STQH yang dilaksanakan sehari sebelumnya yang diikuti oleh 17 Kabupaten/Kota, dan Alhamdulillah Kabupaten Buton menduduki urutan ke 9 bersama Konawe Kepulauan,” ucapnya.

Hal ini lanjut Pj, Bupati Buton merupakan sebuah tantangan untuk kedepannya kita harus lebih baik. Oleh karena itu mulai sekarang kita harus membesarkan dan memperbanyak  Rumah Tahfidz Al-Qur’an di Kabupaten Buton itu. “Mari kita pikirkan bersama-sama bukan hanya Pemerintah saja namun juga Masyarakat,” katanya.

“Saya harapkan harusnya ada pesantren-pesantren Diniyyah agar anak-anak setelah pulang sekolah, jam 3 sore memakai pakaian busana muslim pergi ke pesantren belajar. Sehingga tidak ada anak-anak yang keluar malam. Mereka menggunakan waktu untuk hanya untuk belajar. Jika hal-hal seperti ini  dapat kita laksanakan, Insya Allah terlahirlah anak-anak Hafiz Qur’an ataupun penghafal hadist,” ungkapnya.

Pj. Bupati Butonj juga menghimbau Masyarakat untuk turut memeriahkan peringatan HUT kemerdekjaan RI. “Dalam menghadapi 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan RI yang ke 78, akan ada Gebyar Kemerdekaan yakni Gerakan Pembagian 20 ribu bendera kepada masyarakat Kabupaten Buton sebagai tanda cinta kita kepada tanah air dalam menyambut 78 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk itu mari kita semarakan perayaan kemerdekaan dengan mengibarkan bendera merah putih di setiap warga di Kabupaten Buton,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Madjid Nene, S.Ag,.M.Pdi menyampaikan bahwa 1 Muharam ini muncul karena di zaman ke khalifaan, hanya ada namanya tahun gajah. Sehingga disepakatilah dalam msuyawarah para sahabat nabi bahwa hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah ditetapkan sebagai kalender hijriah yang dimulai dari bulan Muharam.

“Muharam itu artinya haram, karena dibulan Muharam itu diharamkan, tidak boleh adanya pertumpahan darah, tidak boleh adanya pertengkaran. Untuk itu Tahunh Baru Islam ini kita memulai memperbaiki semua bentuk-bentuk yang tidak baik untuk diperbaiki,” katanya.

Majid Nene juga mengajak umat untuk senantiasa memperkuat imandan memperbanyak zikir mengingat Allah SWT.

“Dan mari kita ajak saudara-saudara kita ke masjid dengan kata ajakan yang halus, yang enak didengar sehingga tersentuh hati saudara-saudara kita untuk ke masjid untuk belajar melaksanakan kewajiban kita sebagai umat muslim,” pungkasnya. (*)