PANDUANRAKYAT, BUTON-Penjabat Bupati Buton, Drs. Basiran. M. Si menyerahkan bonus tahap II dengan total Rp 737 juta kepada atlet yang menyumbang medali pada pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porpov) XIV Sulawesi Tenggara.
Serah terima bonus itu berlangsung di Aula Kantor Bupati Buton, Gedung A, Lantai II, Kompleks Perkantoran Pemkab Buton, Takawa, Pasarwajo, Jumat (18/2/2023).
Selain bonus kepada atlet, Penjabat Bupati Buton juga menyerahkan bonus kepada pelatih yang telah berhasil mengantarkan atletnya meraih medali baik medali emas, perak maupun perunggu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buton, La Ode ABD Zainudin Napa, SE menjelaskan pada perhelatan Propov itu, Kabupaten Buton hanya mengikuti 34 cabang olahraga (Cabor) dari 40 cabor yang ditetapkan.
Dari jumlah itu, kontingan Buton berhasil menyumbang medali di 26 cabor.
Labih lanjut, terkait pembinaan atlet, kata dia sangat disayangkan kerena dinilai belum maksimal.
Ia mencotohkan, dari segi anggaran misalnya. Ada sebagian cabor yang menjadi anak emas, diberi anggaran terbilang besar. Namun, tak mampu menyumbang medali.

Harusnya, cabor yang mendapatkan anggaran besar, harus selaras dengan jumlah medali yang disumbangkan.
Justru, kata dia cabor yang tidak diperhitungkan, menjadi penyumbang medali terbanyak.
Dari pengalaman itu, pembinaan atlet sudah dapat di perhitungkan. Mana atlet yang perlu di bina dan dikembangkan. Sehingga anggaran yang dikucurkan bisa membuahkan hasil sesuai diharapkan.
“Namun cabor yang menyedot anggaran begitu banyak tidak mendapatkan medali bahkan cabor yang tidak di perhitungkan mendapat medali cukup banyak” keluhnya.

Meski begitu, kata dia, sebagai tuan rumah bersama Kota Baubau patut disyukuri pada Porprov kali ini peringkat Kabupaten Buton meningkat dua digit dari sebelumnya. Dari peringkat delapan menjadi enam dari 17 Kabupaten/ Kota di Sultra.
Tidak hanya itu, Ia menjelaskan pemberian anggaran ini sengaja diberikan dua tahap. Hal itu dikarenakan keterbatasan anggaran.
“Karena keterbatasan biaya memberijan bonus dilakukan dengan dua tahun anggaran sebelumnya penyerahan sekitar 6 cabor jumlah bonus Rp 597 juta. Medali ada enam cabor dan ini untuk hari ini ada sekitar 14 cabor jumlah medali 71 dengan jumlah bonus sekitar Rp 730 juta,” jelasnya.

Karena keterbatasan dan keterlambatan pemberian bonus ini, La Ode ABD Zainudin Napa, SE memohon maaf kepada atlet, terlebih lagi selama perhelatan porprov, diyakini banyak kekurangan.
Sementara itu, Pj Bupati Buton, Drs. Basiran, M.Si menjelaskan sebagai tuan rumah, tentu ini suatu kebanggaan tersendiri buat daerah Kabupaten Buton, baik para atlet dan pelatih. Karena, dengan waktu yang terbilang singat, Buton melakukan persiapan yang begitu cepat.
“Pada saat saya dilantik menjadi Pj Bupati Buton tugas utama saya adalah menyiapkan pelaksanaan ajang propov dan itu semua tidak terlepas dukungan dari Pemda, TNI, POLRI, KONI Kadispora dan dukungan masayarakat kita bisa adakan,” jelasnya.

Lanjut, ia menjelaskan pelaksanaan Porprov di Buton memuncul berbagai tanggapan. Ada yang menilai termegah dan spektakuler. Namun, ada juga yang nyinyir.
“Selama ajang Propov ini adalah yang termegah dan spektakuler tetapi itu menurut orang yang datang namun ada yang menyinyir, ” ujarnya.
Meski begitu, di mata Basiran, pelaksanaan porprov di Buton sangat baik. Bahkan, Pemda Buton kelabakan menyiapkan bonus hingga dua kali dianggarkan.
“Karena ini adalah peningkatan yang di lakukan oleh Pemda Buton dalam ajang Lropov dari yang sebelumnya dimana pada ajang pelaksaan di Kolaka kita berada di peringkat delapan dan perolehan medali yang meningkat juga,” jelasnya.

“Dan ini hal yang membagakan lagi buat kita semua karena sebagian besar atlet kita berasal dari putra daerah dan yang sangat membanggakan kita sebagai tuan rumah,” tambahnya.
Lanjut, ia menjelaskan adanya peningkatan peringat pada ajang itu, tentu tidak terlepas dari peran pelatih dalam membina atlet.
“Sebagai Pj Bupati Buton saya ucapkan terima kasih terhadap para pelatih yang sudah bersusah payah dan ini suatu yang sangat membagakan buat Kabupaten Buton karena kita bisa mencapai peringkat ke enam,” jelasnya.

Sebagai bahan evaluasi melihat kelemahan, kata dia, data perolehan medali dapat diperoleh di Dinas Kominfo Buton.
“Jangan berbangga dengan prestasi yang dirai sekarang tetapi terus berlatih untuk menghadapi event berikutnya karena saya akan berbangga juga bila ada atlet dari Buton yang meraih medali di ajang Nasional maupun yang lainnya,” tandasnya.
Peliput: Toni Armin Syah

