PANDUANRAKYAT, BUTON-Penjabat (Pj) Bupati Buton, Drs. Basiran, M.Si menyerahkan bantuan untuk perbaikan rumah warga terdampak angin kencang dan gelombang tinggi di Desa Bahari Makmur, Kecamatan Siontapina, Senin, 8 Januari 2023.
Pj. Bupati Buton sebelum memberikan bantuan berkeliling Desa Bahari Makmur guna memastikan dan meninjau langsung kondisi perumahan warga pasca bencana yang ditimbulkan akibat angin kencang dan gelombang tinggi yang menghantam desa yang terletak di pesisir Laut Flores tersebut.

Kepala BPKAD Sultra tersebut juga menyempatkan diri berbincang-bincang dengan masyarakat dan menanyakan langsung kondisi warga pasca bencana
“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih pak Kapolsek, Pak Danramil, selama terjadi bencana sudah proaktif. Yang kedua kepada pak Camat dan Kepala Desa yang sudah mengantisipasi dan membantu masyarakat,” ungkap Pj. Bupati Buton di hadapan warga penerima bantuan usai mmeberikan bantuan kepada warga yang terdampak bencana.
Pada penyerahan bantuan tersebut, diserahkan kepada 15 rumah yang terdampak bencana angin dan gelombang dengan masing-masing mendapatkan Rp 35.000.000.

Bupati berharap dengan adanya bantuan ini warga bisa segera bisa memulai pembanguan rumah milik mereka.
“Mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini yang sudah masuk ke rekening masing-masing tinggal bapak/ibu segera beli bahan bangunan sendiri nanti diarahkan oleh Kepala Dinas Perumahan dengan gambaran rumah yang sudah di desainkan. Jadi bapak-bapak cepat kerjakan rumahnya, nanti akan dibimbing dengan dinas terkait sehingga bapak dan ibu bisa istirahat tenang kembali dirumah sendiri. Sebab tentu kurang nyaman tidur dipengungsian,” ujar Pj. Bupati.
Lebih lanjut, Pj Bupati menginstruksikan kepada Kepala Dinas Perumahan agar dalam pemilihan lokasi jauh dari lokasi sebelumnya agar rumah yang dibangun bisa dipakai seterusnya.

“Untuk lokasi saya sudah perintahkan Kepala Dinas Perumahan cari lokasi yang tidak berhadapan langsung dengan gelombang. Sehingga rumah yang dibangun itu, betul-betul jauh dari musibah gelombang. Karena walaupun bulan Januari ini sudah angin dan gelombang mulai turun, sudah tidak ada lagi gelombang seperti akhir tahun, namun rumah bapak/ibu tidak dipakai satu dua tahun tetapi seterusnya buat anak-anaknya,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati menyampaikan bahwa sumber dana bantuan tersebut berasal dari APBD Kabupaten Buton tahun 2022 yang disetujui bersama DPRD Kabupaten Buton.
“Bantuan ini bersumber dari APBD Kabupaten Buton tahun 2022 dan bersama kita ada anggota DPRD dari fraksi Nasdem yang telah menyetujui anggaran PTT tahun 2022 dan ini adalah bagian dari usaha bersama antara pemerintah daerah dan DPRD,” kata Pj. Bupati.

Diakhir sambutannya Ia menyampaikan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Buton dan DPRD Kabupaten Buton turut perihatin kepada masyarakat yang terkena musibah.
“Demikian, kami dari pemerintah Kabupaten Buton bersama DPRD Kabupaten Buton turut merasa perihatin. Dan inilah bagian dari kepedulian kami semua kepada masyarakat yang terkena musibah,” tutupnya.
Untuk diketahui, pada akhir Desember lalu, belasan rumah di Desa Bahari Makmur, rusak total karena terjangan ombak dan angin kencang. Akibatnya, sebanyak 32 kepala keluarga/118 terpaksa mengungsi di sejumlah gedung sekolah yang ada di desa tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Buton, Nurul Kudus Tako menjelaskan Pemerintah Kabupaten Buton mengucurkan anggaran sebesar Rp 525 juta untuk penanganan korban bencana alam, gelombang tinggi yang menerjang rumah warga di Desa Bahari, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton pada beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan anggaran itu berasal dari biaya tidak terduga untuk pambangunan 15 unit rumah. Masing-masing korban mendapatkan bantuan Rp 35 Juta.

“Kami melalui anggaran bantuan biaya tak terduga kami dikasi anggaran untuk pembangunan perbaikan rumah yang ada di Desa Bahari Makmur itu dari 11 rumah yang hanyut ditambah 4 rumah yang rusak ringan sehingga total 15 rumah. Jadi dari 15 rumah itu kami beri bantuan untuk pembangunan rumah sebesar Rp 35 juta perumah. Total anggaran Rp 525 juta,” ujar dia saat ditemui diruang kerjanya, gedung D, lantai 3, Kompleks Perkantoran Pemkab Buton, Jumat (30/12/2022).
“Dan dana itu, dari keuangan langsung kami transfer ke rekening masing-masing penerima sebanyak 15 orang atau 15 kepala keluarga. Kemudian dari itu, maka masyarakat yang akan membangun dengan pola gotong royong. Karena kami membantu itu cuma nilai fisik bangunan. Untuk upah kerja tidak ada. Jadi uang Rp 35 juta perumah itu murni pembangunan rumahnya,” sambungnya.

Lanjut, ia menyebutkan bantuan uang pembangunan rumah itu sudah masuk di rekening korban melalui Bank Sultra.
“Kalau pembangunannya itu nanti selesai tahun baru, baru kami ke masyarakat supaya mereka sendiri yang belanjakan. Karena uang itu langsung masuk ke rening masyarakat, kami cuma memberikan gambar dan RAB,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Kudus menjelaskan untuk tidak terjadi peristiwa serupa ditahun yang akan datang, pembangunan rumah korban bencana itu akan pindahkan ke tempat yang lebih aman. Terkait tempat pemukiman baru itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan para tokoh masyarakat.
“Setelah terjadi bencana, setelah kami melihat, turun ke lokasi waktu hari Minggu. Ternyata memang lokasinya itu tidak cocok untuk pembangunan perumahan. Karena mereka bikin rumah, pas ditempat yang terjadi pemecah ombak. Disitu memang rawan. Sehingga rumahnya hanyut. Karena mereka membangun itu ditempat yang rawan. Pas ditempat pecahnya ombak. Sehingga 11 rumah itu hanyut. Walau pun yang 4 rumah masih ada. Tinggal menunggu hancur. Sehingga kami akan relokasi ke bagian. Ke arah pantai,” jelasnya.

“Sudah konfirmasi dengan masyarakat kemudian dengan kepala desa. Karena didepan, pas masuk Bahari Makmur di situ masih luas. Antara bakau dan perumahan masyarakat. Disitu kita akan bangun,” tambahnya.
Lebih jauh, ia berharap, dalam rangka pembangunan rumah bencana, diharapkan masyarakat setempat gotong royong membantu korban.
“Seterimanya bantuan ini kami meminta kepada masyarakat Bahari Makmur, Kecamatan Siotapina agar pelaksanaan pembangunan perumahan ini bisa dibantu oleh masyarakat yang ada di Desa Bahari Makmur dengan pola gotong royong,” tandasnya. (*)

