Panduanrakyat
Buton

Pemkab Buton Launching Tujuh Aksi Perubahan

PANDUANRAKYAT, BUTON- Pemerintah Kabupaten Buton kini memiliki tujuh aplikasi terbaru. Hasil karya para pejabat administrator eselon III. Mereka merupakan peserta aksi perubahan kinerja organisasi peserta pelatihan kepemimpinan administrator (PKA) angkatan VI dan VII tahun 2022 Badan Pengenbangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penjabat Bupati Buton, Drs Basiran M.Si melalui Sekretaris Kabupaten Buton, Asnawi Jamaludin melaunching tujuh aksi perubahan ini di aula kantor Bupati Buton, lantai II, Kompleks Perkantoran Takawa, Pasarwajo, Kamis (24/11/2022).

Tujuh aksi perubahan ini merupakan hasil inovasi masing-masing, Makmur, SE membuat apilikasi “sistem pelayanan terintegrasi dokumen pengawasan pada Inspektorat Daerah Kabupaten Buton,”.

Sarnia SKM, M.Si, Optimalisasi kedisiplinan pegawai melalui pemanfaatan absen elektronik “mangkir” pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Buton.

Wa Ode Marni SP, “Optimalisasi Penataan Arsip Melalui Sistem Informasi Digital Arsip Elektronik (SI-APIK) pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton”

Suwu Muhamad, S.Sos, “Elektronifikasi Kearsipan Surat Dinas (e-Kertas)”

La Ode Zahaba S.Hi,. M.Si, “Optimalisasi Peran Camat Melalui Penggunaan SOP dan Sosialisasi Pembinaan Pengawasan Pengelolaan Dana Desa Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton.

Rusman Alam Purnama, S. STP, “Pengelolaan Administrasi Kepegawaian Dan Informasi Kepegawaian Berbasis Digital Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa

Hasim, ST, “Laporan Realisasi PAD Terintegrasi (LARIPAGI)”

Saat melaunching, Sekretaris Kabupaten Buton, Asnawi Jamaludin menjelaskan kegiatan ini sebenarnya merupakan bagian dari pembelajaran di pelatihan kepemimpinan dan memang giat harus dilaksanakan.

“Dan ini merupakan laporan, hanya saya perlu informasikan bahwa semua aplikasi yang ada ini saya lihat rata-rata menggunakan sistem online ini sebenarnya semua diperlukan dalam rangka mungkin percepatan-percepatan,” jelasnya.

Lanjut, ia berharap sebenarnya kegiatan pelaunchingan aplikasi ini merupakan inovasi yang dilahirkan oleh semua peserta jangan hanya sampai di kegiatan diklat saja melainkan nanti berkelanjutan.

“Karena nanti akan dievaluasi. Evaluasi tentang pelaksanaan pelatihan kepemimpinan ini kan tetap akan dilaporkan terus,” jelasnya.

“Kalau kita berbicara regulasi sebelum dilantik di eselon yang seperti sekarang di eselon 3 sebenarnya harus pendidikan dulu kalau di vertikal itu tidak dibiarkan tunjangannya kalau dia tidak ikut pelatihan di samping itu mungkin merupakan bagian dari penilaian kinerja dari pembina,”sambungnya.

Tidak hanya itu, ia berharap kedepannya terobosan yang sudah dilahirkan ini intinya mungkin bisa bermanfaat buat pemerintah dan masyarakat Kabupaten Buton sehingga ada nilai tambah buat daerah dan mungkin ada nilai ibadah.

Sementara itu, sebagai perwakilan, satu dari tujuh peserta, La Ode Zahaba S.Hi,. M.Si berharap semoga dengan adanya launching aksi perubahan ini dapat membawa perubahan bagi pelayan masyarakat di Kabupaten Buton.

“Tujuan dilakukan supaya pelaporan dana desa itu tidak ada keterlambatan baik laporan pertama kedua dan terakhir sehingga para kepala desa itu tetap mematuhi regulasi yang ada dedek undang-undang nomor 6 tahun 2014 maupun di peraturan pemerintah serta di Permendagri 3 2020 tentang pengawasan keuangan desa,” ujar dia kepada Wartawan.

“Harapan kami sebentar dengan adanya mancing ini dapat bermanfaat bagi di dinas masing-masing dan kabupaten Buton sehingga inovasi yang kami laksanakan ini dapat membuat perubahan bangunan pengembangan di administrasi maupun pelayanan masyarakat Kabupaten Buton semakin baik,” sambungnya. (*)