Panduanrakyat
Buton

Warga Gerebek Dugaan Ilegal Logging di Lasalimu Jadi Indikator Hilangnya Kepercayaan Polisi Kehutanan di Buton

PANDUANRAKYAT, BUTON- Fenomena warga di Desa Lawele, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton menggerebek dugaan pelaku pembalakan liar (illegal logging) di hutan merupakan indikator kuat adanya krisis kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum, khususnya Polisi Kehutanan (Polhut) di Kabupaten Buton.

Penggerebekan itu dilakukan pada Kamis (29/1/2025) lalu.

Dalam vidio berdurasi 1 menit 9 detik itu telihat warga kesal dan menyita dua unit mesin chain saw. Terlihat dalam video, kayu yang dikerjakan berukuran besar dan panjang nampak seperti pesanan kayu untuk lunas kapal.

Dilansir di tibunsultra, Warga setempat mengatakan penebangan seperti itu sudah terjadi sangat lama.

Kata dia akibat aktifitas penebangan liar, hutan sudah pada gundul. Tersisa kayu-kayu kecil saja.

Untuk melancarkan aksi ini, Warga kerap kali bermalam dihutan.

Aksi seperti ini sebelum juga pernah terjadi di Buton, kala itu dilakukan warga Kapontori pada November 2025 lalu.

Investigasi Komunitas Pecinta Alam (KPA) Tarsius Kapontori mengungkap sedikitnya enam titik penebangan aktif di dalam kawasan Hutan Lambusango. Di lokasi itu, tim menemukan sisa-sisa pohon berdiameter besar yang baru ditebang, tunggul yang dibakar untuk menghapus jejak, serta jalur darat tersembunyi yang digunakan sebagai rute pengangkutan hasil tebangan.

Aksi mandiri ini diduga seringkali lahir dari frustrasi karena laporan masyarakat yang tidak ditindaklanjuti, atau dugaan keterlibatan oknum aparat dalam sindikat perusakan hutan. 

Meskipun dalam beberapa kasus aparat melakukan penindakan serius, ketidakpercayaan muncul ketika aksi tersebut dianggap hanya menyasar pelaku lapangan (cukong kecil) dan bukan otak pelaku utama atau oknum yang terlibat. (*)