Panduanrakyat
Buton

Usai Dilantik, Sekda Buton Butuh Gerakan Cepat Tingkatkan PAD dan Percepat Revitalisasi Pasar Kaloko

PANDUANRAKYAT, BUTON- La Ode Syamsuddin S.Pd., M.Si baru saja dilantik menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Buton oleh Bupati Buton, Alvin Alawiyah Putra SH didampingi Wakil Bupati Buton, Syarifuddin Saafa ST di aula kantor Bupati Buton, lantai II, Kompleks Perkantoran Takawa, Pasarwajo, Buton pada Senin 26 Januari 2026.

Pelantikan ini pertanda La Ode Syamsuddin S.Pd., M.Si sudah siap mengemban amanah yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Salah satunya membuat jajaran OPD lebih solid untuk menjalankan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Buton. Diantaranya mensejahterakan masyarakat dan menjalankan roda perekonomian di Kabupaten Buton .

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buton, La Ode Syamsuddin S.Pd., M.Si menjelaskan dirinya mengucapkan terimakasih dan rasa hormat ada Bupati Buton yang telah mengamanahkannya menjadi Sekda Buton.

Lalu, Gubernur Sultra yang memberikan rekomendasi dan persetujuan atas pelantikan untuk memberikan amanah jadi sekda.

Lanjut, ia menjelaskan jabatan sekda ini selain sebagai amanah tentu menjadi tanggungjawab sebagai yang diamanahkan membantu pimpinan daerah, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati yang telah memberikan amanah untuk menjalankan visi-misi sebagai pimpinan daerah.

“Yang salah satunya tadi itu yang distresing didalam sambutan beliau membantu menjalankan roda perekonomian di Kabupaten Buton,” Ujar dia kepada sejumlah wartawan usai pelantikan.

Lebih lanjut, Mantan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton ini menjelaskan diketahui, Kabupaten Buton saat ini adalah salah satu daerah yang fisikal dan pendapatan asli daerah (PAD)-nya yang sangat rendah.

Sehingga dibutuhkan gerakan cepat serta kolaborasi dari seluruh organisasi perangkat daerah pimpinan daerah (OPD) bersama stakeholder terkait termasuk teman-teman jurnalis untuk meningkatkan PAD Buton, sehingga gerak laju perekonomian di Kabupaten Buton segera pulih.

Lanjut, Sekda menyebutkan PAD Kabupaten Buton per- Desember 2025 lalu sekitar Rp 30 Miliar. Ini tentu kata dia merupakan PAD yang sangat rendah bahkan untuk daerah ukuran setingkat Kabupaten/kota.

Menurut Syamsuddin langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan PAD Buton saat ini menata APBD untuk berorientasi kepada peningkatan PAD.

“Nah langkah yang kita bisa lakukan pertama dalam rangka penataan APBD kita ini kedepan kita akan orientasikan kepada peningkatan pendapatan asli daerah . Sehingga konsentrasi kita sekarang ini adalah orientasi pembangunan kita itu sesuai visi-misi Bupati adalah bagaimana mendatangkan, meningkatkan nilai PAD kita,” Jelasnya.

“Sehingga tidak ada pilihan untuk teman-teman OPD kita untut bersinergi dan berkolaborasi bekerjasama tidak ada ego sektoral sehingga kemudian kita bisa jalan berbarengan dalam rangka meningkatkan PAD kita. Karena interferensi pemerintah di sana. Yang lain tentu kemudahan investasi di Kabupaten Buton ini, ya kita berharap dengan memfasilitasi kemudian investasi ini teman-teman pemilik modal bisa tertarik mendatangkan modalnya di yang sekarang ini di Kabupaten Buton,” Jelasnya.

Selain peningkatan PAD, yang menjadi pekerjaan rumah (PR) saat ini adalah bagaimana revitalisasi pasar Kaloko dengan cepat, sehingga para pedagang kembali beraktivitas.

“Yang menjadi PR bagi kita pertama har ini adalah bagaimana melakukan revitalisasi pasar Kaloko dengan secepatnya, sehingga kemudian saudara-saudara kita yang menjadi pelaku pasar Kaloko, Pasarwajo yang merupakan pasar pemerintah kemudian kembali beraktivitas dan ekonomi kembali pulih sehingg kemudian berdampak kepada perputaran ekonomi di Kabupaten Buton,” Jelasnya.

Meski begitu, sejauh Sekda belum mengetahui berapa persentase perbaikan pasar Kaloko saat ini. Sebab masih terus dilakukan normalisasi lahan. Sejauh ini kata dia sudah ada 20 lapak di bangun. Rencana akan ditambah menjadi 40.

Jika memungkinkan, jumlah lapak ini terus akan ditambah sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

“Dan Bupati kita hari ini terus melakukan lobi-lobi dan pendekatan ke kementrian perdagangan termasuk dibidang lembaga kementrian lain yang ada hubungannya dengan revitalisasi pasar. Upaya-upaya ini InsyaAllah akan membuahkan hasil dan terus kita dukung pak Bupati dalam rangka upaya mendatangkan pendanaan dari pusat, ” Tandasnya. (*)