PANDUANRAKYAT, BUTON-Rencana pembangunan rumah sakit (RS) di wilayah Kecamatan Kapontori yang dihajatkan Pemerintah Kabupaten Buton untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, nampaknya masih terkendala lahan.
Sebab, lahan yang diinginkan menjadi lokasi pembangunan rumah itu ternyata belum dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Penjabat Bupati Buton, Drs. Basiran.M.Si berharap sekiranya bapak Gubernur Sulawesi Tenggara memiliki kerendahan hati membangun Kabupaten Buton dengan menghibahkan lahan provinsi sebagai kenang-kenangan diakhir jabatannya. Usulan hibah lahan itu telah lama dilakukan. Namun, sampai saat ini belum ditandatangani.
“Mudah-mudahan, ketulusan, kebaikan hati bapak Gubernur sebagai kenang-kenangan di akhir masa jabatannya. Bisa memberikan lahan tersebut. Karena saat kami kepala BPKAD kami sudah proses itu, dan tinggal menunggu tanda tangan bapak gubernur,” ujar dia saat ditemui belum lama ini.
Lanjut, Basiran menjelaskan rencana pembangunan rumah sakit di Kapontori sudah memiliki hasil studi kelayakan. Bahkan saat ini pemerintah Kabupaten Buton sudah bersiap melelang penyusunan dokumen master plan pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama kelas D di Desa Wakalambe, Kecamatan Kapontori.
Meski begitu, Basiran bilang bila gubernur tak memberikan hibah lahan pertanian seluas dua hektare, Pemerintah Kabupaten Buton terpaksa mencari alternatif lain. Meminta partisipasi masyarakat.
“Uji kalayakan, sudah ada, jika bapak Gubernur tidak memberikan lahan, berarti kami mencari di sekitar situ. Mungkin kami akan minta partisipasi masyarakat. Karena sampai sekarang proses itu kami belum terima hibah,” tandasnya. (Gus).

