BAUBAU,PANDUANRAKYAT.COM – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (UM) Buton di Kota Baubau, Sulawesi berhasil meraih akreditasi unggul hasil penilaian dari lembaga akreditasi mandiri (LAM) Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (SPAK).
Ketua Prodi (Kaprodi) Ilkom UM Buton, Harry Fajar Maulana mengatakan saat ini penilaian akreditasi Prodi Ilkom telah menggunakan LAM SPAK, bukan lagi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Perbedaannya, kata Fajar, LAM SPAK memiliki tiga kriteria yakni tidak terakreditasi, terakreditasi, dan unggul. Sementara BAN PT hanya memiliki dua kriteria saja yaitu akreditasi baik, dan baik sekali.
“Unggul ini diaturan terbaru LAM SPAK itu ada unggul dua tahun, tiga tahun, dan lima tahun. Kami meraih angka yang paling gemuk yaitu unggul lima tahun,” ucap Harry Fajar Maulanan, Rabu 29 Juli 2026.
Ia menjelaskan dampak dari akreditasi unggul, bagi mahasiswa aktif memperoleh fasilitas sarana-prasarana yang terbilang mumpuni misal laboratorium. Prodi Ilkom memiliki lima laboratorium saat ini yaitu laboratorium podcast, riset, media, humas dan laboratorium fotografi.
“Sarana prasarana pembelajarannya sudah terfasilitasi. Bagi mahasiswa yang mau alumni, akreditasi unggul selain ijazah sangat menjamin bagi mereka untuk siap bekerja di industri,” ujarnya.
Fajar bercerita tantangan terbesar dalam meraih akreditasi unggul dimulai dari sumber daya manusia (SDM) tenaga pengajar dosen. Saat ini, tenaga dosen Ilkom UM Buton diklaim setara dengan dosen perguruan tinggi nasional maupun luar negeri. Sebab, untuk memperoleh kriteria unggul itu syarat ada lima diantaranya publikasi dan ketersedian laboratorium memadai sehingga kapastitas dosen Prodi Ilkom tak perlu diragukan lagi.
“Kita meraih akreditasi unggul yang berat memang mempertahankannya. Artinya kami di prodi harus meningkatkan lagi sehingga lima tahun depan bisa bertahan di akreditasi yang sama. Dari segi dosen harus ditingkat kualitas dengan ikut pelatihan-pelatihan atau up grade keilmuannya. Kemudian di mahasiswa, itu kemarin banyak meraih prestasi internasional. Kemudia basis pembelajaran, kami di ilmu komunikasi magang itu semester enam. Mereka itu menerima materi hanya semester satu sampai lima, semester enam itu sudah implementasi keilmuannya selama kuliah. Sebelum magang, mereka harus dimodali pembelajarannya,” urainya.
Ia menyebut, saat ini tenaga dosen di Prodi Ilkom sebanyak enam orang, dan memiliki mahasiswa aktif sebanyak sekitar 300 mahasiswa. Dengan akreditasi unggul ini pihaknya membuka peluang menambahkan tenaga dosen ke depannya. Selain itu, peningkatan sertifikasi labotorium juga bakal diupayakan nantinya.
“Meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa ilmu komunikasi di UM Buton itu sama dengan di luar sana sehingga masyarakat harus melihat secara realistis. Tidak perlu lagi mereka jauh-jauh kuliah, ada ilmu komunikasi UM Buton yang siap bersaing dan punya strata yang sama dengan kampus-kampus di luar sana,” imbaunya.
Reporter : Ardilan

