PANDUANRAKYAT, BUTON-Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Buton mulai melakukan sejumlah langkah dalam rangka pemanfaatan Industri Kecil Menengah (IKM) di Lipacu, Desa Koholimombono, Kecamatan Wabula.
Komitmen untuk majukan perekonomian masyarakat dengan mengelola IKM, Kadin Buton mulai mengumpulkan data informasi harga ikan di pasar dan menyasar sejumlah sekolah kejuruan yang di Buton untuk diserap menjadi tenaga kerja.
Selain itu, Kadin sudah membina tiga kapal nelayan untuk mensuplai bahan baku ikan ke Industri Kecil Menengah (IKM) dan siap memberikan modal awal kepada sejumlah nelayan.
Bahkan, baru-baru ini, Ketua Kadin Buton, La Ode Sumarlin B, SE mengadiri undangan bertemu dengan sejumlah nelayan Desa Dongkala di Rumah Makan Paseba, Desa Banabungi, Kecamatan Pasarwajo, Rabu (15/2/2023).
Disitu, Ketua Kadin dan nelayan membahas sejumlah masalah perikanan yang dihadapi dilapangan.
Ia menjelaskan salah satu peningkatan investasi di Buton, Kadin memanfaatkan Industri Kecil Menengah (IKM). Kadin mengelola industri itu untuk peningkatan nilai tambah perikanan.
Ia menjelaskan, langkah awal aktivitas industri itu menyesuaikan dengan sarana-prasarana IKM. Karena sudah mempunya Cold storage kapasitas sekitar 23 ton.
Kadin akan uji coba membeli hasil tangkapan nelayan dengan lima jenis ikan. Masing-masing, cekalang, layang, tuna, tongkol, dan baby tuna.
“Sekarang ini aset milik pemerintah sudah tidak bisa lagi di kelolah oleh swasta karena sudah ada Kadin itu semua sudah ada undang-udang yang mengatur,” ujar dia saat ditemui Panduanrakyat.com di Rumah Makan Paseba, Rabu (15/2/2023) malam.
Lanjut, ia meyakini sumber daya laut di Kabupaten Buton sangat melimpah. Utamanya ikan. Jika mengandalkan pasar di wilayah Kabupaten Buton diyakini tidak akan mampu ditampung.
Solusinya, Kadin akan mencari pembeli skala besar yang ada diluar Kabupaten Buton.
Jika hasil tangkapan nelayan tidak laku di pasaran, nelayan tak perlu ragu. Kadin tetap melakukan pembelian hasil tangkapan untuk dikelola menjadi pakan ternak.
“Jika dari tiga kapal nelayan yang saya bina ini tidak laku maka ikan tersebut saya akan olahnya menjadi pakan ternak,” jelasnya.
“Saya akan membeli sesui harga pasaran perusahaan yang ada di sekitar Buton seperti triko atau pun di kota Baubau,” sambungnya.
Lebih jauh, Sumarlin menjelaskan jika dilihat profesi masyarakat di Kabupaten Buton mayoritas nelayan dan petani.
Untuk meningkatkan pendapatan nelayan dan petani di Buton. Penjabat Bupati Buton memberikan dukungan kepada Kadin untuk bisa memanfaatkan fasilitas pemerintah.
Respon baik pemerintah ini membuat Kadin Buton lebih bersemangat. Langka awal, untuk meningkatkan pendapatan masyatakat, Kadin Buton baru fokus disektor perikanan. Jika perikanan telah membuhkan hasil. Baru lah pihaknya menyasar sektor pertanian.
Di tempat yang sama, salah satu Nelayan Dongkala, Iren mewakili nelayan lainnya merasa bersyukur dan salut kepada Ketua Kadin Buton yang berbuat untuk kepentingan masyarakat.
Bahkan Ketua Kadin Buton turun langsung bertemu nelayan untuk mengetahui dinamika yang terjadi dilapangan.
“Saya salut apa yang di lakukan oleh Ketua Kadin Buton karena langsung mau bertemu dengan kami para nelayan bahkan dia juga mau memberikan kami modal awal untuk melaut,” salutnya.
“Bahkan jika ini sukses dia juga akan membatu kami para nelayan untuk menyediakan fasilitas kapal yang lebih besar lagi,” tandasnya.
Peliput:Toni Armin Syah

