PANDUANRAKYAT, BUTON- Desa Siomanuru resmi dijadikan sebagai desa Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), hal ini ditandai dengan pelaunching oleh Camat Lasalimu Selatan, L.M Hidayat, S.Sos di Desa Siomanuru, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Jumat (23/12/2022).
Pelaunching kampung germas ini diawali dengan senam bersama petugas kesehatan wilayah kerja Puskesmas Wajahjaya serta masyarakat Desa Siomanuru.
Senam tersebut terpusatkan di halaman Kantor Desa Siomanuru.
Dengan adanya Kampung Germas ini kata camat dapat membudayakan hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat.
“Sekarang ini kita dihadapkan dengan perubahan pola penyakit yang ditandai dengan meningkatnya angka kematian dan kesakitan yang disebabkan dari penyakit tidak menular seperti strok, jantung, kangker, dan diabetes. Semua itu akan meningkat dengan drastis yang di sebabkan oleh meningkatnya tren pola kehidupan di masyarakat yang selalu mengkonsumsi makanan siap saji,” jelasnya.
Lanjutnya, program Germas ini merupaka salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk pola hidup sehat, maka dari itu masyarakat Desa Siomanuru harus bangga karena di jadikan lokasi launching kampung Germas.
“Untuk memcapai suksesnya program kampung Germas harus memenuhi sekitar lima kultur yaitu peningkatan aktifitas fisik, peningkatan pangan sehat dan perbaikan gizi, peningkatan deteksi dini penyakit, peningkatan lingkungan sehat dan peningkatan edukasi prilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.
Tidak hanya itu, ia berharap kampung germas di Desa Siomanuru ini harus sukses. Caranya, program ini harus di mulai dari lingkungan keluarga, karena keluarga adalah bagian dari masyarakat terkacil yang membentuk kepribadian yang mandiri.
Ditempat yang sama, Kepala Puskesmas Wajahjaya, Ida Bagus Widiantara, SKM menyampaikan bahwa Desa Siomanuru merupakan salah satu desa yang di tetapkan menjadi kampung Germas.
Setia kampung Germas memilki 5 klaster terintegrasi untuk mempercepat suksesnya program tersebut.
Lanjut, Bagus menjelaskan, setiap kampung Germas masyarakat di wajibkan untuk melakukan kegiatan fisik, membudayakan makan buah dan sayur, melakukan cek kesehatan secara berkala, menjaga kebersihan lingkungan serta menggunakan jamban yang sehat di rumah tangga.
“Oleh karena itu di butuhkan peran serta puskesma untuk mengkordinasikan kegiatan tersebut agar berjalan sesuai dengan ketentuan dan juga kegiatan pencanangan kampung Germas ini bertujuan untuk mesosialisasikan pencegahan penyakit, tuturnya
“Untuk mensukseskan program kampung germas yang ada di wilayah kerja Puskesmas Wajahjaya memberikan semagat dengan cara setiap lansian yang aktif melakukan posyandu di berikan penghargaan dan juga bagi ibu-ibu menyusui eksklusif selama enam bulan tanpa memberikan makanan tambahan,”imbuhnya.
Tidak hanya itu, Ia menambahkan setiap masyarakat di wajibkan menanam buah dan sayur di pekarangan rumah serta diajarkan bagaimana memilah limbah rumah tangga organik dan anorganik.
Perlu di ketahui bahwa Wilayah kerja Puskesmas Wajahjaya meliputi delapan desa, pada saat launching kampung Germas setiap kepala desa menandatangani nota kesepakatan untuk mewujudkan kampung Germas di desanya masing-masing.
Peliput: Toni Armin Syah.

