PANDUANRAKYAT, BUTON-Dermaga Nelayan di Desa Waoleona, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton dinilai terlalu sempit dan dangkal. Hal itu tidak sesuai dengan kapasitas serta aktivitas nelayan.
Kepala Desa Waoleona, Alibasa menjelaskan dermaga di desa dipimpinnya perlu ada perluasan hingga pemanjangan.
Sebab, dermaga yang ada saat ini hanya bisa sandar dua kapal. Sudah begitu, kapal baru bisa sandar bila air pasang. Akibatnya, aktivitas bongkar ikan nelayan terhambat.
Kades Alibasa prihatin. Ia pun mengusulkan pembangunan dermaga itu kepada pemerintah daerah di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2023.
“Untuk pembutan dermaga saya usulkan di APBD karena jika ada 4 kapal yang bongkar hasil tangkapanya maka menunggu lama dan bisa rusak ikannya, di tambah lagi saat air laut surut nelayan sangat susah bongkar ikan dari kapalnya karena kandas,” Tandasnya.
Peliput: Toni Armin Syah

