Panduanrakyat
Advertorial Buton

Bupati dan Wakil Bupati Terima Kunjungan Menteri Agama RI di Pesantren Al-Ikhlas Pasarwajo

PANDUANRAKYAT, BUTON- Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, S.H bersama Wakilnya,Syarifudin Saafa ST menerima kunjungan Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. dan Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka di Pesantren Al-Ikhlas Pasarwajo, Kabupaten Buton, Kamis, 8 Januari 2026.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan dan pengembangan pesantren di wilayah Buton.

Kegiatan diawali dengan pemasangan kosen secara simbolis sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung Pesantren Al-Ikhlas Pasarwajo. Prosesi tersebut menandai komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengelola pesantren dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan keagamaan.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Walikota Baubau, H. Yusran Fahim, SE, Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, S.T., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., M.A., jajaran Forkopimda Kabupaten Buton, Sekretaris Daerah Kabupaten Buton, La Ode Syamsuddin, S.Pd., M.Si., para kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Buton, tokoh agama, para santri, serta masyarakat setempat yang antusias menyambut kehadiran Menteri Agama bersama rombongan.

Dalam sambutannya, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati Buton, Wali Kota Baubau, serta Wakil Bupati Buton atas dukungan terhadap pengembangan pesantren di Buton. Menag menegaskan bahwa kehadiran pesantren di Buton merupakan bagian dari komitmen luhur, mengingat Buton memiliki sejarah penting sebagai salah satu daerah awal masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia.

Menteri Agama juga menjelaskan bahwa Pesantren Al-Ikhlas memiliki sembilan lokasi di Indonesia, salah satunya berada di Kabupaten Buton. Pendidikan di pesantren ini berbasis eksakta serta difokuskan pada penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris, sehingga para santri memiliki bekal yang kuat untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri. Selain itu, pesantren Al-Ikhlas menerapkan standar manajemen berbasis ISO guna menjamin kualitas pendidikan yang tinggi dan berkelanjutan.

“Anak-anak pesantren adalah masa depan bangsa. Mereka dipersiapkan sebagai generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Menteri Agama.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menyampaikan rasa senangnya dapat hadir langsung di lokasi Pesantren Al-Ikhlas Pasarwajo yang berada di kawasan perbukitan. Panglima Kodam XIV/Hasanuddin ini menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan pembangunan gedung dan masjid pesantren serta sarana air bersih sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Gubernur juga menyampaikan bahwa santri pesantren memiliki nilai akhlak dan integritas yang kuat, sehingga sangat dibutuhkan dalam birokrasi dan pemerintahan. Gubernur membuka ruang seluas-luasnya bagi lulusan pesantren untuk berkontribusi di pemerintahan dan menegaskan bahwa kunjungannya ke Pesantren Al-Ikhlas Pasarwajo tidak akan menjadi yang pertama dan terakhir, melainkan akan berlanjut di masa mendatang. (*)