PANDUANRAKYAT, BUTON-Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Alvin Akawijaya Putra Ali Mazi membuka Kejuaraan Terbuka Bola Voli Sapurata Cup I di Desa Wasuamba, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Jumat (10/3/2023).
Sebanyak 19 klub bola voli siap tampil di turnamen itu. Masing-masing, 12 tim putra dan 7 tim putri.
Turnamen Sapurata Cup I disiapkan hadiah total Rp 20 juta. Juara I, Rp 4 juta. Juara II, Rp 3 juta. Juara III, Rp 2 juta dan Juara IV Rp 1 juta.
Sebelum pemukulan bola, pertandingan resmi dimulai setelah Alvin mencabut undian penentuan tim yang akan bermain dipertandingan perdana. Hasilnya, mempertemukan tim Voli Wagola (Pasarwajo) VS Maranuang (Lasalimu). Pertemuan kedua klub voli itu dimenangkan tim Wagola. Dengan poin 28-26.
Dalam laporannya, Ketua Panitia, Malik Safrudin menjelaskan jalan pertandingan dipimpin wasit berlisensi. Sedangan turnamen berasal dari klub bola voli di Desa Wasuamba, Sapurata yang memiliki makna menyatukan semua pemain voli bertalenta di Kecamatan Lasalimu.
“Untuk jumlah klub yang bertanding sekitar 19 klub yang terdiri dari 12 klub voli putra dan 7 dari klub voli putri dan pesertanya seluruh perwakilan kecamatan yang ada di Kabupaten Buton serta ada beberapa klub dari Buton Utara yaitu Kecamatan Kambowa,” ujar dia di lapangan Voli Desa Wasuamba.
Lanjut, dalam kesempatan itu, Malik mengucapkan permohonan maaf dimana kegiatan ini tidak sempat dihadiri Kelala Desa Wasuamba. Hal itu karena adanya urusan yang sangat penting.
“Serta saya juga berterimah kasih terhadap pemerintah desa, karang taruna, dan sponsor yang telah memberikan sumbangannya kepada kami sehingga turnamen ini bisa terselenggara,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Camat Lasalimu, La Ode Zahaba mengaku bangga dengan terobasan anak muda yang ada di Desa Wasuamba. Menurut, turnamen ini ajang menggali potensi yang ada di daerah yang nanti bisa dijadikan binaan pemerintah.
Agar turnamen berjalan lancar, Zahaba mengajak peserta dan masyarakat junjung tinggi sportivitas dan menjaga ketentraman dan keamanan bersama.
“Mari kita junjung sportivitas kita jangan ada saling curiga mencurigai dalam pertandingan bagi yang kalah jangan terlaluh bersedih dan bagi yang menang jangan terlalu berbangga diri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Buton, Sabarudin Paena mengapresiasi semangat generasi muda di Desa Wasuamba karena telah membuat sebuah prestasi dengan menyelengarakan turnamen bola voli.
“Kita jadikan ajang memupuk silaturahmi. Kita patut bangga ini hari di hadiri langsung oleh ketua KNPI Sultra diselah-selah kesibukanya, karena selain menjadi ketua KNPI dia juga merupakan Wakil Ketua Bapilu Sultra di Partai Nasdem saat ini,” jelasnya.
Lanjut, Rudin menjelaskan kegiatan kepemudaan semacam ini bukan yang pertama, telah banyak turnamen serupa yang di gagas generasi muda di Buton.
Kata dia, selain membantu kegiatan-kegiatan kepemudaan, ketua KNPI Sultra juga kerap memberikan bantuan keagamaan. Salah satuny di Kecamatan Lasalimu. Misalnya masjid yang ada di Desa Wasuamba.
“Selain kegiatan kepemudaan, ketua KNPI Sultra juga membantu di bidang pembangunan yaitu beberepa masjid yang ada di Kecamatan Lasalimu ini salah satunya adalah masjid yang ada di Desa Wasuamba ini dan itu di lakukannya atas kolaborasi antara Anggota DPRD bersama Ketua KNPI Sultra,” ujarnya.
Saat membuka turnamen, Ketua KNPI Sultra, Alvin Akawijaya Putra bangga melihat antusias masyarakat yang ingin menyaksikan langsung turnamen ini.
Alvin mengaku apa yang dilakukan merupakan ide dan gagasan yang di berikan oleh Anggota DPRD Buton Sabarudin Paena agar apa yang di lakukan generasi ini patut diberi dukungan.
Tidak hanya itu, Alvin dalam kesempatan itu juga menjaring keluhan warga.
“Saya juga sempat mendengar bahwa masyarakat Desa Wasuamba ini mengiginkan talud pengaman pantai semoga secepatnya terwujud dan apa yang saya lakukan itu semua dari dalam hati saya yang begitu ikhlas,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, ketua KNPI Sultra mengaku turut memberikan sedikit bantuan anggaran untuk meringankan beban keuangan panitia penyelenggara sebesar Rp 5 juta.
“Dan apa yang saya berikan ini hari untuk meringankan beban para Panitia dalam turnamen ini jangan kita nilai besar kecilnya tetapi ketulusanya,” tandasnya.
Peliput: Toni Armin Syah

