Panduanrakyat
Baubau

PNM Baubau Optimis Capai Target Mekaar dan UlaMM

BAUBAU,PANDUANRAKYAT.COM – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) cabang Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) optimis dua program bisnisnya yakni membina ekonomi keluarga sejahtera (Mekaar) dan Unit layanan modal mikro (UlaMM) akan mencapai target.

Pemimpin Cabang (Pemcab) PNM Cabang Baubau, Salim menyebut penyaluran pembiayaan hingga Oktober 2025 untuk MEKAAR, total pencairan ke masyarakat sebesar Rp 215.412.531.221 atau Rp 215,412 miliar. Sedangkan, untuk ULAMM sebesar Rp 13.400.000.000 atau Rp 13,4 miliar.

Sementara, portofolio outstanding untuk Mekaar sebesar Rp 138.551.000.000 atau Rp 138,551 miliar. Sedangkan untuk ULAMM sebesar Rp 28.965.000.000 atau Rp 28,965 miliar.

“Total nasabah yang kami berdayakan, untuk Mekaar sebanyak 49.012 orang. Untuk UlaMM sebanyak 462 orang. Jadi, toal nasabah yang kami berdayakan sebanyak 49.464 orang,” ungkap Salim, Senin 17 November 2025.

Salim menjelaskan program Mekaar ialah pembiayaan berbasis kelompok perempuan kategori warga prasejahtera dengan jumlah nasabah per kelompok minimal 10 orang dan maksimal 30 orang, yang tidak bisa tercover oleh Bank sehingga PNM berinisiasi memberikan pinjaman modal tanpa agunan (Jaminan). Besaran nilai modal yang diberikan bervariatif mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 15 juta.

“Tapi awalnya Rp 3 juta dulu. Nanti bertahap, kalau pembayaran lancar kita naikkan terus sampai Rp 15 juta. Kalau penyalurannya wajib untuk modal usaha,” ujarnya.

Proses pembayaran Mekaar dilakukan secara mingguan. Pembiayaan berbasis kelompok ini menggunakan cara tanggung renteng. Kelompok ini di bentuk dengan jumlah anggota 10 sd 30 orang di mana setiap kelompoknya memiliki ketua kelompok yg di angkat berdasarkan persetujuan anggota kelompok.

“Sebelum ibu-ibu diberikan penyaluran pembiayaan, ibu-ibu sendiri yang tentukan kelompoknya, yang berdomisili dekat dengan dia, sehingga gampang diantisipasi ketika ada yang bermasalah,” ungkapnya.

Sementara itu, program UlaMM, lanjut Salim, merupakan pembiayaan di atas Rp 15 juta sampai Rp 200 juta secara individual/perorangan dengan agunan. Apabila terdapat resiko hukum gagal bayar nasabah pada program UlaMM maka prosedur penanganannya dengan cara soft collection dengan mengedepankan penyelesaian dengan cara sukarela namun tidak terlepas pada upaya2 penyelesaian tunggakan sesuai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Terkait target, Salim membeberkan bila dilihat dari sisi landing, hingga bulan Oktober 2025 pihaknya  telah mencapai target. Namun bila dari sisi Outstanding pembiayaan, belum mencapai.

“Target portofolio Outstanding kita diangka Rp 150 miliar untuk Mekaar, Kita baru Rp 138,551 miliar. Berarti ada gap (Selisih) kurang lebih Rp 12 miliar untuk capai target. Kalau secara penyaluran, kita sudah salurkan Rp 214 miliar di tahun ini untuk Mekaar, itu targetnya untuk bulan Oktober sudah tercapai. Kalau saya lihat secara tren, Insya Allah terlampaui untuk November dan Desember untuk penyaluran,” jelasnya.

Sebagai informasi, PNM Baubau nembawahi 23 kantor unit yang tersebar di wilayah Kepulauan Buton (Kepton) termasuk di Kabupaten Muna dan Muna Barat.

Reporter : Ardilan