Panduanrakyat
Teknologi

Hamidi Pelopor Pengelolaan Sampah Plastik jadi BBM di Indonesia, Mulai Uji Coba Sejak 2008

PANDUANRAKYAT- Hamidi (37), warga Kecamatan Benda, Kota Tangerang menjadi salah satu pelopor pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar skala rumah tangga di Indonesia.

Ia berhasil mengubah sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) sintetis dengan menggunakan alat sederhana berbekal pengetahuan dari internet.

Ia mengawalinya dari hasil berselancar di dunia maya. Rasa penasaran pada 2008 itu kini akhirnya berhasil.

“Saya awalnya browsing-browsing saja di Google. Penasaran, gimana
 sih cara ngubah-nya. Kan ada yang sederhana, pakai kaleng, coba-coba sendiri,” kata Hamidi saat ditemui di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kota Tangerang, Selasa (12/1/2016) sebagaimana dikutip di laman okezonenews.com, Senin (20/4/2026).

Dari beberapa kali percobaan yang dilakukan, Hamidi semakin penasaran dan mencoba terus bagaimana caranya agar semua sampah plastik bisa diubah menjadi BBM sintetis.

Dalam perjalanannya, Hamidi mengatakan menemui banyak kesulitan saat mencoba. Itu dikarenakan ia tak memiliki latar belakang pendidikan maupun ilmu tentang hal-hal kimia seperti yang sering dilakukan praktisi di laboratorium. Hamidi hanya melakukan berbagai percobaan berbekal pengetahuan seadanya.

“Saya enggak pernah belajar soal itu. Kuliah saya dulu jurusan agama, SMA ambil (jurusan) sosial. Kerja saya juga jadi housekeeping di hotel,” tuturnya.

Keingintahuan Hamidi tentang sampah juga sempat tidak disetujui orangtuanya. Menurut ayah dan ibunya, Hamidi sudah memiliki pekerjaan yang baik di salah hotel Jakarta saat itu. Mencari cara mengubah sampah menjadi BBM sintetis dinilainya bukan kegiatan yang menguntungkan.

Hamidi sempat kembali fokus ke pekerjaannya sebagai housekeeping hotel dan meninggalkan sejenak kegiatannya mengubah sampah. Namun setelah melalui pertimbangan yang matang, Hamidi akhirnya memutuskan benar-benar meninggalkan pekerjaannya di hotel dan fokus mencari tahu cara mengubah sampah plastik menjadi BBM sintetis.

Upaya Hamidi bukannya tanpa hambatan. Selama mencari cara yang pas, cukup banyak kegagalan yang dialami, seperti minyak yang sudah selesai diolah kembali mengeras menjadi plastik dan berubah menjadi bubuk. Namun, percobaan tetap dilakukan sampai 2013. Untuk pertama kalinya, Hamidi berhasil mengubah sampah plastik menjadi minyak yang memiliki nilai ekonomis.

Cara Hamidi untuk mengecek minyak hasil olahan mesin buatannya pun sederhana. Hamidi hanya membaca informasi di internet tentang BBM jenis bensin dan solar.

Minyak yang dia hasilkan dari sampah plastik dites bersamaan dengan bensin dan solar.

“Kalau mengecek bensin Premium, masukkan styrofoam saja. Kalau hancur, itu Premium. Kalau solar, dimasukkan styrofoam enggak hancur. Begitu saja mengeceknya,” ujar Hamidi.

Setelah dites secara sederhana, Hamidi pun mencoba BBM tersebut sebagai bahan bakar sepeda motornya menggunakan premium dan mobil diesel menggunakan solar. Hasilnya, sepeda motor maupun mobil diesel itu bisa jalan seperti biasanya

Selama mencari cara mengubah sampah plastik menjadi BBM sintetis, Hamidi banyak mengubah alat atau mesinnya yang dibuat sampai saat ini. Menurut dia, alat itu belum sempurna, masih harus diperbaiki di beberapa bagian.

Hamidi sekarang menjadi pekerja harian lepas (PHL) Pemerintah Kota Tangerang di bawah Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman (DKPP). Ia diberi ruang bekerja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing. Ke depannya, ilmu dari Hamidi akan digunakan untuk pemanfaatan sampah rumah tangga di tingkat komunitas RW atau RT wilayah Kota Tangerang. (Erh)

Sumber: Okezone.com