Panduanrakyat
Advertorial Buton

Cek Irigasi Ambruk di Lasembangi, Wakil Bupati Buton Temukan Fakta: Proyek Belum Tuntas dan Campuran Semen Tak Kuat

PANDUANRAKYAT, BUTON- Wakil Bupati Buton, Syarifuddin Saafa langsung melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek Rekonstruksi Saluran Induk (Bagunan Pembawa Irigasi) di Desa Lasembangi Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton usai dilaporkan ambruk pada Rabu (7/1/2026) lalu.

Wakil Bupati turun ke lokasi bersama rombongan ada Camat Lasalimu, Inspektur Buton, Asisten II Setda Buton bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buton dan Kepala Desa Lasembangi mengunjungi lokasi, Jumat (9/1/2026).

Proyek senilai Rp 5 miliar lebih dengan panjang satu kilo lebih ini merupakan kegiatan yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Buton baru saja selesai dibangun Desember 2025 lalu.

Di lokasi proyek, Wakil Bupati Buton menyusuri Bagunan Pembawa Irigasi berjalan kaki.

Dari pantuan, proyek ini nampak belum sepenuh rampung. Sebut saja timbunan jalan yang masih perlu dibenahi dan membutuhkan kurang lebih 100 truk lagi.

Selain itu terlihat di setiap antara susunan batu tembok irigasi nampak banyak rongga kosong yang membuat struktur bagunan mudah roboh.

Dilokasi ditemukan para pekerja dan alat berat Excavator sedang melakukan aktivitas perbaikan irigasi yang ambruk.

Wakil Bupati Buton, Syarifuddin menjelaskan dirinya mengecek untuk memastikan kebenaran informasi pasca viral di media sosial.

Saat mengecek, kata dia benar saja ada bagian irigasi yang terpantau ambruk. Selain ambruk, wakil Bupati juga mendapati bahwa proyek ini belum selasai 100 persen. Perlu ada perampungan jalan disepanjang saluran.

“Khusus pekerjaan di lasembangi kita langsung cek lokasi karena viralnya di media sosial terkait dengan saluran irigasi. Kita cek langsung dan memang ternyata ini belum selesai,” Ujar dia kepada Panduanrakyat.com, Jumat (9/1/2025).

Lanjut, menurut Syarifuddin, ambruknya tanggul ini secara teknis campuran semen kurang kuat dan juga faktor alam.

“Kemudian juga tanggul yang jatuh ini atau dinding dari pada irigasi yang jatuh ini kalau dilihat memang secara teknis kalau dilihat ya. Campurannya itu kurang kuat disamping juga faktor alam juga,” Jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk menyelesaikan masalah ini, Wakil meminta kepada kontraktor untuk segera menyelesaikan bangunan irigasi yang ambruk sebab proyek masih dalam masa pemeliharaan.

“Oleh karena itu kondisi ini juga kita minta kepada kontraktornya agar menyelesaikan karena ini masih masa pemeliharaan,” Jelasnya.

“Dari ujung ke ujung inikan harus ditimbun lagi ini kemudian saya juga meminta Inspektorat untuk mereview ini untuk cepat selesai . Yang pasti ini tidak boleh tidak selesai. Yang kedua tidak boleh menyalahi spek. Ada resiko yang harus diterima . Jadi tidak boleh yang namanya pekerjaan apalagi yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti ini dikerjakan asal-asalan. Tapi yang mengerti tentang teknis itu nanti instansi teknis. Kita sudah dorong untuk ini cepat di atasi,” Sambungnya. (*)