Panduanrakyat
Buton

Hadiri Pesta Kampung Waoleona, Wakil Bupati Buton Maknai Pesta Syukuran Adat dari Tiga Dimensi

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 42;

PANDUANRAKYAT, BUTON- Pemerintah Desa dan Lembaga Adat Desa Waoleona menggelar Ritual adat pesta kampung Desa Waoleona, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Sabtu (20/12/2025) sore.

Hadir dalam acara ini wakil Bupati Buton, Syarifuddin Saafa, ST bersama rombongan asisten,staf ahli dan sejumlah kepala dinas . Hadir juga para anggota dewan dapil II, Hasni, Dr La Subu, Hj Sufiani, Rudin, S.Sos dan Hj Wa Ode Nurnia Kahar SH

Selain itu, hadir Camat Lasalimu, Dr La Ode Zahaba Kapolsek Lasalimu dan Camat Kapontori serta para kepala desa dan lurah kecamatan Lasalimu, Kapontori dan Kabupaten Buton Utara dan juga para pendamping Desa Kabupaten Buton dan Kecamatan Lasalimu.

Saat hadir, wakil Bupati Buton bersama rombongan disambut dengan tari kereasi. Tari kreasi ini nampak sangat menghibur tamu undangan.

Dalam sambutannya ini, Wakil Bupati Buton menjelaskan menurutnya pesta syukuran bisa dimaknai dari tiga dimensi.

Dimensi pertama, dimensi spiritualitas dan keagamaan, kedua menjaga tradisi adat dari leluhur dan ketiga, syukuran adat bagaimana membangun silaturahim dan kebersamaan.

Dari dimensi spiritualitas dan keagamaan, Wakil Bupati Buton mengutip surat dalam Al-Quran yang artinya “Barang siapa yang pandai bersyukur Allah akan memberikan nikmat, dan barang siapa yang ingkar dan tidak pandai bersyukur Allah menjanjikan dengan azabnya yang perih,” Jelasnya.

Dengan begitu, kata dia, Buton keseluruhan tidak terkecuali Kecamatan Lasalimu dan juga desa Waoleona serta juga desa-desa lain InsyaAllah akan selalu dijaga oleh Allah SWT karena tiap tahun mengadakan syukuran kepada Allah SWT.

“Syukuran adat ini bukan hanya pendekatan spiritualitas dan keagamaan tapi ini menjaga tradisi adat dari pada orang-orang tua kita,” Jelasnya.

Lalu, dimensi ketiga terkait syukuran adat ini adalah bagaimana kita membangun silaturahim dan kebersamaan.

“Pejabat datang duduk di berikan makanan. Para panitia kepala desa luar biasa mengatur ini. Ini penghormatan yang sangat luar biasa. Oleh karena itu izinkan saya menasehati diri dan kita semua doakan yang kasi makanan ini,” Ujarnya.

“Doakan masyarakat Waoleona ini InsyaAllah laut seperti badai ikannya , pertaniannya semakin banyak ikannya, masyarakat sehat selalu. Panjang umur, damai saling kasi sayang dan diberkahi oleh Allah SWT,” Sambungnya.

Tidak hanya itu, di akhir sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan dalam dari Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra SH agar semuanya selalu sehat dan sukses selalu. Kata dia Bupati tidak bisa hadir karena saat ini lagi tugas di Jakarta. (*)