BAUBAU, PANDUANRAKYAT.COM – Tim tenaga ahli penyusunan dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau tahun 2025-2029, Prof Sumbangan Baja menyebut ada dua hal yang menjadi ciri masyarakat perkotaan.
Sekretaris Universitas Hasanuddin Makassar itu menyebut, dua ciri dimaksud itu yakni nyaman beraktifitas dan mudah memperoleh layanan.
“Nyaman ini luas artinya. Jadi yang dimaksud nyaman itu bagi masyarakat kota itu kalau masyarakatnya nyaman beraktifitas. Misalnya ada usahanya, dia nyaman berusaha. Ada akses, tidak terganggu, ada infrastruktur,” ungkap Prof Sumbangan Baja saat memaparkan materinya saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrembang) Kota Baubau, Selasa 29 Juli 2025.
Ia menjelaskan, kemudahan memperoleh pelayanan baik dari pelayanan umum dan lainnya juga sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat perkotaan. Bila hal itu tidak diperoleh, dikatakan masyarakat cenderung akan meninggalkan wilayah perkotaan dan bisa saja memilih menetap di area yang masih terbilang jauh dari sudut kota.
“Orang tinggal di kota mahal bayar pajak baru pelayanan tidak bagus itu bisa membuat dia berpikir lebih baik tinggal di hutan-hutan yang sepi tidak ada aturan segala macam,” ujarnya.
Ia memaparkan sejumlah hal yang menjadi permasalahan pembangunan daerah yang terjadi di Kota Baubau diantaranya melambatnya pertumbuhan ekonomi yang saat ini diangka 4,36% di tahun 2024 yang masih di bawah target. Rendahnya kualitas ketenagakerjaan yang menunjukan tren penurunan diangka 3,99% pada tahun 2024. Melambatnya kinerja pembangunan manusia.
Selain itu, melambatnya penurunan angka kemiskinan. Ketimpangan pendapatan yang masih lebar. Infrastruktur dasar yang belum optimal dan merata antar wilayah. Rendahnya kualitas lingkungan hidup. Tata kelola pemerintahan Kota Baubau masih lemah akibat tidak optimalnya SDM, birokrasi yang tidak efisien dan teknologi yang terbatas serta masih rendahnya kemandirian fiskal daerah.
Reporter : Ardilan

