Panduanrakyat
Baubau

ASDP Baubau Ungkap Satu Lintasan Komersil Merugi di 2024

Ketgam: General Manager PT ASDP Cabang Baubau, H Jamaluddin/Foto: Ardilan

BAUBAU, PANDUANRAKYAT.COM – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat dari dua lintasan komersil untuk tahun 2024, satu lintasan tercatat merugi yakni lintasan Raha – Pure di Kabupaten Muna. Sementara satu lintasan lainnya yaitu Kendari – Langara Konawe Kepulauan sudah mengalami pendapatan yang lebih besar dari biaya operasional alias untung.

Sesuai dua misi ASDP yakni penugasan dengan lintasan perintis yang disubsidi pemerintah dan misi komersial maka ASDP Baubau mengusulkan agar lintasan Raha – Pure kembali ditetapkan sebagai lintasan perintis oleh Kementrian Perhubungan karena tercatat masih rugi hingga akhir tahun ini.

“Lintasan Raha – Pure masih merugi sehingga pertemuan beberapa waktu lalu di Surabaya kami sudah mengusulkan untuk Raha-Pure agar pemerintah tetapkan kembali sebagai lintasan perintis,” ungkap General Manager PT. ASDP Cabang Baubau, Jamaluddin dalam keterangannya ditulis Jum’at, 22 November 2024.

Jamaluddin menjelaskan sesuai regulasi lintasan perintis bisa ditetapkan menjadi komersial jika faktor muatnya atau perbandingan antara kapasitas yang tersedia dengan jumlah muatan sudah mencapai 60 persen ke atas. Sementara faktor muat lintasan Raha – Pure pada tahun 2023 lalu hanya 27%.

“Yang kami tidak pahami kenapa sampai Kementrian bisa menetapkan (lintasan Raha – Pure) sebagai lintasan komersial sementara salah satu indikator lintasan komersial adalah saat load faktornya (faktor muat) sudah mencapai 60 persen ke atas,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, karena minimnya muatan, lintasan Raha-Pure yang sebelumnya 10 trip dalam sehari dikurangi menjadi 6 trip dengan harapan muatan tetap ada. Namun rupanya, semakin jumlah trip dikurangi, mobilitas masyarakat juga semakin berkurang.

Menurut Jamaluddin, hal ini kemungkinan karena ada alternatif angkutan lain yang digunakan masyarakat. Disamping itu diakuinya, penetapan Raha-Pure menjadi lintasan komersial terjadi penyesuaian tarif karena sebelumnya lintasan perintis disubsidi pemerintah. Saat ini, pihaknya sementara menunggu keputusan pemerintah terhadap usulan Raha – Pure apakah kembali ditetapkan menjadi lintasan perintis atau tidak.

Reporter : Ardilan