Panduanrakyat
Buton

Viral Warga di Buton Tinggal di Toilet Umum, Ternyata Udin Sedang Bangun Rumah

PANDUANRAKYAT, BUTON- Camat Pasarwajo, Kabupaten Buton, Amrudin angkat bicara menanggapi viralnya pemberitaan terkait adanya warga Desa Kancinaa, Kecamatan Pasarwajo bernama Udin disebut-sebut tinggal di toilet umum selama 5 tahun bersama anak istrinya.

Ia menjelaskan setelah dilakukan pengecekan, bangunan tempat tinggal Udin nampak terbilang bagus. Melihat kondisi rumah, dirinya mengaku juga bersedia tinggal di bangunan itu. Sebab dinding bangun itu berupa beton dan lantainya tegel. Hanya saja. Diluar rumah bertuliskan WC.

“Jadi sebenarnya hanya di viralkan. Itu orang kasian karena ada tulisan WC. Tetapi kalau rumahnya. Saya juga mau tinggal disitu kalau saya mau. Karena bagus. Dalamnya bagus. Cuma memang diluarnya tulisannya WC,” Ujar dia saat di hubungi Panduanrakyat.com, Rabu (5/6/2024).

Lanjut, Amrudin menjelaskan bangunan yang dihuni Udin berukuran 4X6 meter. Bangunan itu memiliki dua kamar berukuran 2X3 Meter. Selain itu ada juga ruang tamu seluas 1,5X3 meter serta ruang dapur layaknya rumah minimalis.

“Ada ruang-ruang tamunya. 1,5 X 3 meter. Karena WC itu. Ukurannya 4X6 meter. Kamarnya dua. Kamarnya itu kalau tidak salah tadi dia bilang 2X3 meter. Ada dapurnya. Ada terasnya. Hanya kebetulan ada tulisannya WC. Ini viral,” Jelasnya.

Lebih lanjut, camat menjelaskan awal mula Udin tinggal dibangunan itu saat rumah keluarga yang ditempatinya roboh. Dirinya tinggal dirumah keluarganya karena Udin merasa tidak saling cocok dengan orang tua kandungnya.

Nah, setelah rumah tempat tinggal dimana ia minggat dari rumah orang tuanya roboh. Udin kemudian meminta Izin kepada pemerintah Desa untuk menempati bangunan toilet umum yang sudah tidak terpakai itu.

Toilet itu tidak digunakan lagi karena warga sekitar telah memiliki toilet di rumah masing-masing.

“Jadi WC itu. Awalnya itu tanah itu tanahnya yang bersangkutan ini, udin. Udin ini kan dulunya dia tidak tinggal dengan orang tuanya. Karena tidak baku cocok dengan orang tuanya. Maka tinggal lah dengan keluarga. Setelah keluarga itu rumahnya dia rusak maka dia minta izin kepada kepala desa untuk dia bersihkan itu WC. Karena WC itu tidak lagi di pake. Dari pada tidak di pake. Mendingan dia yang pake,” Jelas camat

“Maka kepala desa beri dia kesempatan untuk pake saja. Dari pada rusak percuma. Mending pake saja. Maka dia pake lah WC itu. Kurang lebih 5 tahun lalu dia pake. Jadi itu dia tinggal di situ. Memang dia nyaman. Lengkap itu. Rumahnya tegel bagus. Tanah tempat WC ini. Adalah tanah mertua si Udin ini. Dan WC itu berdempetan dengan rumahnya mertuanya. Itu WC itu. Logonya PU kalau tidak salah,” Sambungnya.

Lebih jauh, Camat menjelaskan Udin ini kata dia pernah terdaftar sebagai penerima bantuan rumah. Hanya saja ia saat itu tidak memiliki lahan. Sehingga bantuan perumahan itu diberikan kepada warga sekitar.

Oleh karena itu, Pemerintah Desa Kancinaa kemudian memberi Udin pekerjaan di proyek desa. Hasil bekerja di kegiatan desa itu, Udin membeli tanah. Dan saat ini Udin telah membuat fondasi rumah berukuran 7X12 Meter di Desa Kancinaa.

Rumah yang di buat Udin kata Camat tinggal pemasangan batoko. Bahannya pun telah tersedia.

“Dia ini pernah dimasukkan sebagai penerima bantuan rumah, tetapi datang proyek itu dia tidak punya tanah. Sehingga oleh pemerintah Desa dia kasi pekerjaan proyek di desa. Dia kerja disitu. Sehingga uangnya itu dia bisa belikan tanah. Jadi sekarang dia sudah bikin Fondasi. Fondasi itu 7X12 Meter. Dia membangun sekarang tinggal kasi naiknya,” Jelasnya.

Tidak hanya itu, ia menjelaskan melihat kondisi ekonomi Udin, camat menepis isu bahwa Udin merupakan salah satu warga tergolong miskin ekstrim. Sebab melihat kondisi yang ada, Udin ini terbilang mampu. Sebab, ia memiliki tanah dan saat ini sedang membangun rumah. Kemudian di kediamannya saat ini terdapat kendaraan bermotor milik Udin.

“Orang bilang dia itu miskin esktrim. Tidak juga. Dia punya motor. Fondasi besar. Adami batakonya,” Jelasnya.

Lebih jauh, camat menjelaskan melihat kondisi tempat tinggal Udin saat ini, nampaknya jauh lebih bagus dibanding kediaman para tetangganya.

“Mau sampai bahwa di media itu berlebih-lebihan memang tinggal di WC tapi fasilitasnya lumayan. Kalau dibandingkan dengan tetangga -tetangganya jauh lebih bagus dari pada tetangganya yang rumah-rumah tanah itu masih banyak rumah jelek dari pada rumah dia. Dia kan beton. Hanya kerana WC. Jadi viral lah,” Jelasnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya ini buka mata buka hati. Baik pemerintah maupun masyarakat yang mampu. Tolong lah . Walaupun saat ini kita sudah lihat sendiri. Dia dikategorikan mampu. Tapi mari kita gotongroyong bantu beliau ini,” Tandasnya. (Gus)