Panduanrakyat
Baubau Buton

Buka Lokakarya Peringatan 100 Tahun Aspal Buton, Sekda Sultra: Kebijakan Presiden, 2024 Hentikan Aspal Impor

PANDUANRAKYAT, BAUBAU- Pemerintah Kabupaten Buton menggelar Lokakarya Nasional memperingati 100 tahun aspal Buton tahun 2024. Giat yang bertemakan Optimalisasi pengelolaan aspal Buton sebagai aset nasional ini berlangsung di aula Nirwana Buton Vila Kota Baubau, Selasa (14/5/2024).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. H. Asrun Lio, M. Hum., Ph.D, membuka kegiatan ini. Hadir Pj Bupati Buton, Drs La Ode Mustari M.Si bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton, H Wa Ode Nurnia Kahar SH didampingi Wakil Ketua I, La Ode Rafiun S.Pd. Ikut juga Pj Sekot Baubau, La ode Fasikin dan sejumlah pejabat lainnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio menjelaskan Lokakarya ini bertujuan untuk mengembalikan kejayaan aspal Buton melalui dukungan dari pemerintah. Baik pusat, provinsi maupun pemerintah daerah.

Dukungan ini melalui regulasi yang dikeluarkan tentang bagaimana agar pemanfaatan aspal Buton bisa menjangkau seluruh Nasional.

“Bahkan sebenarnya dalam sejarah kita aspal Buton ini kan digunakan di seluruh dunia. Kenapa orang lain menggunakan kok kita tidak menggunakan,” Ujar dia kepada sejumlah Wartawan usai membuka Lokakarya Nasional di Nirwana Buton Vila.

Oleh karena itu, menjadi koreksi kata dia bagi semua dan assesment tentang aspal ini sudah dilakukan berkali-kali melalui uji kelayakan dan juga menguji bagaimana kualitas aspal yang sudah membuktikan bahwa aspal Buton itu lebih baik kualitasnya dari pada aspal minyak.

“Kalau dia lebih baik kenapa kita tidak gunakan. Oleh karena itu kebijakan bapak Presiden yang tahun 2024 ini mulai dikurangi dan bahkan menghentikan aspal impor ini, itu harus menjadi tantangan bagi kita, bagi pemerintah Kabupaten Buton khusus agar kita mengeluarkan regulasi-regulasi yang memudahkan agar tata Niaga aspal Buton ini bisa mudah. Artinya terjangkau dan bisa di beli oleh semua orang yang ada di Indonesia,” Ujar dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan secara stok aspal, seharusnya Aspal Buton mampu memenuhi kebutuhan nasional. Jumlah cadangan aspal Buton kata dia sebanyak 662 juta ton.

“Jadi kebutuhan aspal kita secara nasional harusnya cukup, cuma sekarang yang harus kita buat regulasinya adalah bagaimana tata kelola niaganya,” Jelasnya.

Tidak hanya itu, kata dia di Sulawesi Tenggara penggunaan aspal Buton, kebijakan provinsi sejak tahun 2016 sudah membuat Perda. “Bahwa khusus kita di Sulawesi Tenggara ini itu menggunakan aspal Buton dan ini dengan lokakarya ini untuk memperkuat bagaimana semua daerah di Indonesia ini harus menggunakan aspal Buton,” Jelasnya.

“Sanksi, kita bisa kontrol dari LKPP dengan adanya aspal Buton itu masuk e-katalog itu bisa menjadi bahan kontrol kita. Kalau ada daerah yang tidak gunakan kita bisa mengunci spesifikasi itu,” Tambahnya.

Terpisah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Buton, Wa Ode Sitti Raymuna, S.E menjelaskan tindak lanjut dari kegiatan ini, nanti ada beberapa rekomendasi dari peserta maupun narasumber akan dituangkan dalam suatu kesimpulan dari kegiatan lokakarya untuk disampaikan kepada pemerintah pusat melalui perwakilan masing-masing kementerian yang hadir menjadi narasumber.

“Kemudian juga mungkin dari pemerintah daerah bersama DPRD akan mengawal juga hasil kegiatan atau lokakarya ini,” Ujar dia.

Lanjut, ia menyebutkan pesertanya lokakarya ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Buton mengundang Dinas PUPR se-Sulawesi bersama Balitbangda dan Dpmptsp se-Sulawesi Tenggara.

“Pematerinya ini dari empat kementrian. Kemudian yang satu itu dari pembeli aspal Itu dari provinsi Sulawesi Tenggara,” Ujarnya.

Tidak hanya itu, ia berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai disini, bentuk tindak lanjut, bukan lagi dalam bentuk lokakarya.

“Tetapi action bagaimana kebijakan itu bisa turun di Republik ini untuk mengakomodir kebijakan yang memang belum bisa mengakomodir semua kebijakan yang ada di daerah,” Tandasnya. (Gus)