Panduanrakyat
Advertorial Buton

Pj. Bupati Buton Hadiri Syukuran Masyarakat Adat Wabula dan Wasuemba

PANDUANRAKYAT, BUTON- Pj. Bupati Buton, Drs. La Ode Mustari, MSi menghadiri syukuran Masyarakat adat Wabula dan Wasuemba yang dipusatkan di Galampa Masyarakat Adat Wabula, desa Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Kamis, 18 Januari 2024

Tampak hadir para perangkat adat Amanto Parabela Wabula, Amanto Imamu Wabula, Amanto Parabela Wasuemba dan Amanto Imamu Wasuemba serta segenap tokoh adat dan Masyarakat Wabula dan Wasuemba.

Hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Buton, Ledrik Victor Mesak Takaendengan, S.H., M.H, Sekda Buton, Asnawi Jamaluddin, SPd, MSi Unsur Forkopimda dan Kepala OPD Lingkup Pemkab Buton, Forkopicam Wabula, Kepala Desa Wabula dan Wasuemba.

“Hari ini merupakan puncak kegiatan untuk daerah setempat, Dimana pemerintah memfasilitasi kedua masyarakat sehingga tercipta kerukunan antar masyarakat demi persatuan dan kesatuan khususnya Desa Wasuemba dan Wabula. Semoga peristiwa yang lalu menjadi pelajaran untuk kita kedepan,” ungkap Pj Bupati Buton.

Orang nomor satu di Kabupaten Buton ini mengatakan leluhur Buton telah mewariskan tatanan pemerintahan yang menciptakan damai, tentram, makmur. Maka lahirlah symbol-simbol seperti Sara Patanguna yakni Pomaa-maasiaka, Popia-piara, Pomae-maeka, dan Poangka-angkata.

Untuk itu Pj. Bupati Buton mengajak kedua Masyarakat untuk menjaga kedamaian dan ketentraman, persatuan dan kesatuan. “Janga ada lagi gesekan-gesekan. Begitu mulianya para leluhur kita membuat semboyan-semboyan untuk pemersatu. Kita semua bersaudara. Bahkan ajaran agama kita pun mengajarkan jika terjadi perselisihan sesamamu, maka damaikanlah,” katanya.

Pj. Bupati juga mengajak untuk kedua Masyarakat untuk menjadikan syukuran itu sebagai momentum untuk melupakan kesalapahaman. “Alangkah tidak eloknya terjadi kesalahpahaman, dimana Wabula dan Wasuemba merupakan satu rumpun. Untuk itu baik secara pribadi maupun secara kelembagaan, mengajak Masyarakat untuk selalu hidup rukun dan damai,” tegasnya.

Pada Syukuran Masyarakat adat Wabula dan Wasuemba tersebut para tetua adat melakonkan Tari pajoge dan pencak silat. (*)