PANDUANRAKYAT, KOLAKA-Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tercatat tiga kali diguncang gempa bumi beruntun dengan kekuatan magnitudo yang berbeda-beda pada Rabu (4/10/2023).
Gempa tersebut terjadi dalam waktu yang tidak berjauhan.
Stasiun Geofisika Kendari mencatat gempa pertama terjadi pada pukul 05:56:36 WITA dengan kekuatan magnitudo 2.7 SR. Gempa tersebut berlokasi 17.4 kilometer Timur Laut Tanggetada, Kabupaten Kolaka dengan kedalaman 5 kilometer.
Kemudian, gempa kedua mengguncang 08:01:39 WITA. Gempa kedua berkekuatan Magnitudo 1.7 SR yang berpusat 17.2 km Tenggara Baula, Kabupaten Kolaka atau tepatnya 4.32 LS, 121.68 BT dengan kedalaman 5 Km.
Selanjutnya, gempa ketiga terjadi pada pukul 10:18:47 WITA dengan kekuatan Magnitudo 4.1 SR. Adapun, gempa ketiga berlokasi di 4.19 lintang selatan, 121.70 bujur timur atau tepatnya 4.3 km Tenggara Baula, Kabupaten Kolaka SULTRA dengan kedalaman 5 Km.
Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin, S.T menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kolaka di Tenggara Baula, Kabupaten Kolaka.
“Dampak Gempabumi, Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di Kolaka III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu),” ujar dia dalam keterangan resminya, Rabu (4/10/2023).
Lanjut, ia menjelaskan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.
“Gempabumi Susulan, Hingga pukul 10.55 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempabumi susulan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rudin, S.T menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” tandsanya (Gus)

